Senin, 26 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Buda, Hungaria

Buda, Hungaria

kota di Hungaria

Bagikan:
500px-Nuremberg_chronicles_-_BVJA.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buda pada abad pertengahan.

Buda (pengucapan bahasa Hungaria: [ˈbudɒ]) adalah ibu kota kuno Kerajaan Hungaria dan semenjak tahun 1873 menjadi bagian barat ibu kota Hungaria di Budapest. Kota ini terletak di tepi barat Sungai Donau dan mencakup sepertiga wilayah kota Budapest. Namun, sebagian besar wilayah Buda ditutupi oleh hutan. Bangunan-bangunan terkenal di Buda adalah Kastel Buda, Citadella, dan istana kepresidenan Hungaria Istana Sándor.

Demografi

250px-Flag_of_Buda_%28pre-1873%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Buda sebelum tahun 1873.[1]
250px-Buda_v%C3%A1ros_c%C3%ADmere_1703.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Buda dari tahun 1703 hingga 1873.[1]

Benteng dan istana Buda didirikan oleh Raja Béla IV dari Hungaria pada tahun 1247. Pada tahun 1361, Buda menjadi ibu kota Hungaria.[2]

Sebagian besar penduduk Buda pada abad ke-15 adalah orang Jerman, sementara Pest merupakan kota dengan mayoritas orang Hungaria.[3] Namun, menurut Perbendaharaan Kerajaan Hungaria, kota ini memiliki mayoritas Hungaria dengan minoritas Jerman yang besar pada tahun 1495.[4] Buda dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah dari tahun 1541 hingga 1686 dan merupakan ibu kota Eyalet Budin. Pada pertengahan abad ke-17, sebagian besar penduduk Buda beragama Islam akibat kedatangan orang-orang Muslim dari Balkan.[5]

Pada tahun 1686, Buda direbut kembali oleh pasukan Liga Suci yang jumlahnya melebihi 74.000 orang dan merupakan koalisi berbagai suku bangsa Kristen (seperti bangsa Jerman, Belanda, Hungaria, Ceko, dll). Kemudian, kaum borjuis dari wilayah Jerman selatan pindah ke kota yang hampir sepenuhnya ditinggalkan akibat perang. Jumlah orang Jerman bertambah dengan cepat dan bahkan mengasimilasi orang-orang Hungaria dan Serbia yang mereka temui di wilayah tersebut.[3] Namun, pada abad ke-19, secara perlahan orang Hungaria menjadi mayoritas di Buda akibat perpindahan penduduk desa ke Buda.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Nyerges, András, ed. (1998). Pest-Buda, Budapest szimbólumai [Budapest arms & colours: throughout the centuries]. Budapest: Budapest Főváros Levéltára. hlm. 2.
  2. ↑ The Budapest article of Encyclopædia Britannica 1911
  3. 1 2 "Budapest". A Pallas Nagy Lexikona (dalam bahasa Hungarian). Diakses tanggal 2009-11-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Károly Kocsis (DSc, University of Miskolc) – Zsolt Bottlik (PhD, Budapest University) – Patrik Tátrai: Etnikai térfolyamatok a Kárpát-medence határon túli régióiban, Magyar Tudományos Akadémia (Hungarian Academy of Sciences) – Földrajtudományi Kutatóintézet (Academy of Geographical Studies); Budapest; 2006.; ISBN963-9545-10-4, CD Atlas
  5. ↑ Faroqhi, Suraiya (1994). "Crisis and Change, 1590-1699". Dalam İnalcık, Halil; Donald Quataert (ed.). An Economic and Social History of the Ottoman Empire, 1300-1914. Vol. 2. Cambridge University Press. hlm. 440. ISBN 0-521-57456-0.

Bacaan lanjut

Hungaria

Artikel bertopik geografi atau tempat Hungaria ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

47°28′N 19°03′E / 47.467°N 19.050°E / 47.467; 19.050

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan