Minggu, 01 November 2026
00:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Briançon

Briançon

Bagikan:
Subprefektur dan komune in Provence-Alpes-Côte d'Azur, PrancisTemplat:SHORTDESC:Subprefektur dan komune in Provence-Alpes-Côte d'Azur, Prancis
Briançon
Pemandangan Katedral Notre-Dame and Saint-Nicolas
Pemandangan Katedral Notre-Dame and Saint-Nicolas
Lambang kebesaran Briançon
Lambang kebesaran
Lokasi Briançon
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Brian%C3%A7on&revid=26497726&groups=_d944cff912b9a16707d36417a0276c4bae3c422a&parser=parsoid
Briançon di Prancis
Briançon
Briançon
Tampilkan peta Prancis
Briançon di Provence-Alpes-Côte d'Azur
Briançon
Briançon
Tampilkan peta Provence-Alpes-Côte d'Azur
Koordinat: 44°53′47″N 6°38′08″E / 44.8964°N 6.6356°E / 44.8964; 6.6356
Negara Prancis
RegionProvence-Alpes-Côte d'Azur
DepartemenHautes-Alpes
ArondisemenBriançon
KantonBriançon-1 dan Briançon-2
AntarkomuneBriançonnais
Pemerintahan
 • Wali kota (2020–2026) Arnaud Murgia[1] (LR)
Populasi
 (Jan. 2020)2 [2]
10.780
Zona waktuUTC+01:00 (CET)
 • Musim panas (DST)UTC+02:00 (CEST)
Kode INSEE/pos
05023 / 05100
Ketinggian1.167–2.540 m (3.829–8.333 ft)

2 Population sans doubles comptes: penghitungan tunggal penduduk di komune lain (e.g. mahasiswa dan personil militer).

Briançon (Prancis:[bʁijɑ̃sɔ̃]ⓘ, Oksitan: [bɾjanˈsun]) adalah sebuah kota subprefektur di departemen Hautes-Alpes yang terletak di region Provence-Alpes-Côte d'Azur sebelah tenggara Prancis. Briançon menjadi salah satu kota tertinggi di Prancis sekitar 1.326 meter (4.350 kaki), berdasarkan definisi nasional sebagai komunitas yang berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa. Perkiraan populasi terbarunya adalah 11.084 (pada tahun 2018) untuk sebah komune.

Briançon telah menjadi bagian dari Benteng Vauban dan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak didirikan pada tahun 2008.

Sejarah

Briançon dulu dikenal sebagai Brigantium pada zaman Romawi dan menjadi bagian dari kerajaan Raja Cottius. Brigantium menjadi titik pertama di Galia setelah Alpis Cottia (Mont Genèvre). Di Brigantium, jalan utama bercabang, satu arah ke barat melewati Grenoble ke Vienne, dan satunya lagi ke arah selatan melewati Embrun ke Gap. Kedua rute tersebut tercatat di Itinerarium Antoninus dan Table. Table menyebutkan kalau Brigantium berjarak 6 mil dari Alpis Cottia. Strabo juga menyebut tentang Brigantium di jalan menuju Alpis Cottia, meski penjelasannya tidak terlalu jelas.

Ptolemaeus juga menyebutkan Brigantium sebagai bagian dari Segusini, atau suku dari Segusio (sekarang Susa, Italia). Tapi, teori ini sepertinya telah keluar dari batas alamiah Segusini, ucap Jean-Baptiste Bourguignon d'Anville. Walckenaer juga meluruskan teori Ptolemaeus, dengan menyebut kalau dia mengikuti deskripsi geografis Italia sebelum pembagian yang dilakukan Augustus, yang kita tahu dari Plinius. Walckenaer juga mendukung pendapat Ptolemaeus dengan mengutip Jerusalem Itinerary yang membuat Alpes Cottiae dimulai dari Rama, dekat La Roche-de-Rame, antara Embrun dan Briançon.

Pada tahun 1040-an, Briançon dikuasai oleh para count dari Albon, dan sejak saat itu nasibnya sama seperti Dauphiné. Briançonnais mencakup bukan hanya lembah atas Durance (dengan anak-anak sungainya, Gyronde dan Guil) tetapi juga lembah Dora Riparia (Césanne, Oulx, Bardonnèche, dan Exilles) serta lembah Chisone (Fénestrelles, Pérouse, Pragelas). Semua lembah ini ada di lereng timur Pegunungan Alpen.

Namun, Perjanjian Utrecht menyerahkan semua lembah tersebut ke Savoy sebagai ganti Barcelonnette di lereng barat Pegunungan Alpen. Pada tahun 1815, Briançon berhasil bertahan dari pengepungan selama tiga bulan oleh Sekutu, sebuah pencapaian yang diabadikan melalui inskripsi di salah satu gerbang kotanya, Le passé répond de l'avenir ("Masa lalu menjamin masa depan").

Tempat bersejarah

250px-Place_forte_Briancon_%28FR-05100%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benteng Briançon

Pusat sejarahnya adalah kota yang sangat diperkuat, dibangun oleh Vauban untuk melindungi Briançon dari Austria di abad ke-17. Jalan-jalannya curam dan sangat sempit, tetapi tetap memiliki pemandangan indah. Briançon terletak di kaki turunan dari Col de Montgenèvre, memberikan akses ke Turin, makanya banyak benteng lainnya yang dibangun di bukit-bukit sekitar, terutama ke arah timur. Benteng Janus bahkan ada di ketinggian 1200 m di atas kota.

Gereja parokinya, dengan dua menara, dibangun antara tahun 1703–1726, dan kelihatan begitu jelas dari jauh.

Pont d'Asfeld, di timur kota, dibangun tahun 1734, dengan lengkungan sepanjang 40 m, berada di ketinggian 56 m melintasi sungai Durance.

Briançon modern sekarang sudah meluas ke dataran di kaki barat daya dari dataran tinggi tempat kota lama berdiri, dan membentuk daerah pinggiran bernama Saint Catherine.

Briançon juga dekat dengan Taman Nasional Écrins dan Vallée de la Clarée.

Pada 8 Juli 2008, beberapa bangunan di Briançon resmi masuk daftar UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia dalam grup Perbentengan Vauban. Bangunan-bangunan itu termasuk tembok kota, Redoute des Salettes, Fort des Trois-Têtes, Fort du Randouillet, ouvrage de la communication Y, dan Jembatan Asfeld. Selain Briançon, ada 11 situs bangunan pertahanan lain di Prancis yang juga masuk daftar sama. Salah satunya adalah place-forte Mont-Dauphin yang juga ada di departemen Hautes-Alpes. Semuanya didesain oleh Sébastien Le Prestre de Vauban (1633–1707), seorang insinyur militer dari zaman Raja Louis XIV.

Referensi

  1. ↑ "Répertoire national des élus: les maires" (dalam bahasa Prancis). data.gouv.fr, Plateforme ouverte des données publiques françaises. 6 Juni 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Populations légales 2020". Institut Nasional Statistik dan Studi Ekonomi. 29 Desember 2022.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Briançon.
Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel Ensiklopedia Britannica 1911 mengenai Briançon.


20px-Blason_d%C3%A9partement_fr_Hautes-Alpes.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Komune di departemen Hautes-Alpes Prancis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan