Senin, 02 November 2026
17:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Bowers v. Hardwick

Bagikan:
Bowers v. Hardwick
120px-Seal_of_the_United_States_Supreme_Court.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Disidangkan pada 31 Maret, 1986
Diputus pada 30 Juni, 1986
Nama lengkap kasusMichael J. Bowers, Attorney General of Georgia v. Michael Hardwick, et al.
Kutipan478 U.S. 186 (lanjut)
106 S. Ct. 2841; 92 L. Ed. 2d 140; 1986 U.S. LEXIS 123; 54 U.S.L.W. 4919
Versi sebelumnyaDitolak
Amar putusan
Hukum sodomi di Georgia dianggap sah karena tidak ada hak konstitusional yang melindungi hubungan seks sesama jenis.
Hakim yang memutus
Hakim Ketua
Hakim Pembantu
Pendapat
MayoritasWhite, bersama Burger, Powell, Rehnquist, O'Connor
MenyetujuiBurger
MenyetujuiPowell
MenolakBlackmun, bersama Brennan, Marshall, Stevens
MenolakStevens, bersama Brennan, Marshall
Dasar hukum
Amendemen Keempatbelas Konstitusi Amerika Serikat; Ga. Code § 16-6-2 (1984)
Dibatalkan oleh putusan
Lawrence v. Texas (2003)

Bowers v. Hardwick, 478 U.S.186 (1986), adalah sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat dengan komposisi 5-4 yang menegakkan konstitusionalitas hukum sodomi di Georgia yang melarang seks oral dan anal yang dilakukan oleh dua orang dewasa secara konsensual.[1]

Pendapat mayoritas hakim yang ditulis oleh Byron White menyatakan bahwa Konstitusi Amerika Serikat tidak memberikan "hak asasi untuk melakukan sodomi homoseksual”.[1] Pendapat yang dikemukakan oleh Hakim Ketua Warren E. Burger mengacu kepada "akar kuno" pelarangan seks sesama jenis, dan ia mengutip deskripsi seks sesama jenis oleh William Blackstone sebagai "kejahatan terhadap alam yang terkenal", "lebih buruk daripada pemerkosaan" dan "kejahatan yang tidak layak dinamai". Burger menyimpulkan: "Memutuskan bahwa sodomi homoseksual dilindungi sebagai hak asasi berarti menyingkirkan ajaran moral selama ribuan tahun.”[2] Hakim Lewis F. Powell belakangan mengaku bahwa ia menyesal telah mendukung keputusan mayoritas, tetapi mengira bahwa kasus ini tidak terlalu penting pada masa itu.

Pendapat empat hakim yang menentang keputusan ini (yang ditulis oleh Harry Blackmun) memandang isu ini dari sisi hak privasi. Blackmun mengeluarkan tuduhan bahwa Mahkamah Agung "hampir sepenuhnya terobsesi terhadap aktivitas homoseksual" dan "menolak mempertimbangkan asas-asas umum yang mengatur privasi dalam kasus-kasus khusus". Sebagai tanggapan terhadap argumen bahwa homoseksualitas dilarang oleh agama, Blackmun menegaskan bahwa pengecaman perilaku homoseksual oleh beberapa (dan tidak semua) kelompok agama tidak memberikan hak kepada negara untuk memaksakan pandangan mereka kepada semua orang. Ia menambahkan: "legitimasi undang-undang sekuler bergantung pada apakah negara dapat mengajukan beberapa justifikasi atas undang-undangnya di luar kesesuaian dengan doktrin agama.”[3]

Tujuh tahun setelah dikeluarkannya putusan Bowers v. Hardwick, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan putusan ini dalam kasus Lawrence v. Texas, 539 U.S. 558 (2003), yang menyatakan bahwa hukum sodomi tidak konstitusional, sehingga secara efektif menghapuskan hukum sodomi di seluruh Amerika Serikat.

Catatan kaki

  1. 1 2 "Bowers v. Hardwick". Law.cornell.edu. Diakses tanggal 2011-06-01.
  2. ↑ "Bowers v. Hardwick, BURGER, C.J., Concurring Opinion". Law.cornell.edu. Diakses tanggal 2011-06-01.
  3. ↑ "Bowers v. Hardwick, Dissenting opinion by Blackmun". Law.cornell.edu. Diakses tanggal 11 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan