Selasa, 22 September 2026
07:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Toksin botulinum

Toksin botulinum

Racun botulinum A
250px-Botulinum_toxin_3BTA.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Rute
pemberian
IM (disetujui), SC, intradermal, ke dalam kelenjar
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Pengenal
Nomor CAS
DrugBank
ChemSpider
  • none
Data sifat kimia dan fisik
RumusC6760H10447N1743O2010S32
Massa molar149 kg/mol (149,321g/mol)
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)
Bontoksilisin
Pengidentifikasi
Nomor EC3.4.24.69
Basis data
IntEnztinjauan IntEnz
BRENDAentri BRENDA
ExPASytinjauan NiceZyme
KEGGentri KEGG
MetaCycjalur metabolik
PRIAMprofil
Struktur PDBRCSB PDB PDBe PDBsum
Ontologi GenAmiGO / EGO
Pencarian
PMCartikel
PubMedartikel
NCBIprotein

Toksin botulinum, neurotoksin botulinum, racun botulinum, atau botox adalah protein neurotoksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum dan spesies yang terkait.[1] Racun ini menghentikan pelepasan neurotransmiter asetilkolin dari ujung akson di sambungan neuromuskular, sehingga mengakibatkan penyakit botulisme. Racun ini merupakan racun paling mematikan dengan median dosis letal (LD50) sebesar 1,3–2,1 ng/kg jika masuk secara intravena atau intermuskular dan 10–13 ng/kg jika dihirup.[2] Namun demikian, racun ini juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran, kosmetik, dan penelitian.

Terdapat delapan jenis racun botulinum, yaitu tipe A, B, C, D, E, F, G dan H. Tipe A dan B dapat mengakibatkan penyakit pada manusia dan juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran.[3] Tipe C–G lebih jarang ditemui; tipe E dan F dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, sementara tipe-tipe lainnya dapat mengakibatkan penyakit pada hewan lain.[4] Tipe H dianggap yang paling mematikan di dunia - penyuntikan 2 nanogram saja akan menewaskan orang dewasa.[5] Racun tipe A dan B digunakan dalam bidang kedokteran untuk mengobati kejang otot dan penyakit yang memiliki gejala otot yang terlalu aktif.

Racun ini dipasarkan dengan merk dagang Botox.[6][7]

Catatan kaki

  1. Montecucco C, Molgó J (Juni 2005). "Botulinal neurotoxins: revival of an old killer". Current Opinion in Pharmacology. 5 (3): 274–79. doi:10.1016/j.coph.2004.12.006. PMID 15907915.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Arnon SS, Schechter R, Inglesby TV, Henderson DA, Bartlett JG, Ascher MS, Eitzen E, Fine AD, Hauer J, Layton M, Lillibridge S, Osterholm MT, O'Toole T, Parker G, Perl TM, Russell PK, Swerdlow DL, Tonat K (Februari 2001). "Botulinum toxin as a biological weapon: medical and public health management". JAMA. 285 (8): 1059–70. doi:10.1001/jama.285.8.1059. PMID 11209178.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. American Society of Health-System Pharmacists (Oktober 27, 2011). "Botulinum Toxin Type A". drugs.com. Diakses tanggal 4 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Fact Sheet: Botulism". World Health Organization. Diakses tanggal 4 Oktober 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Weller, Chris (15 Oktober 2013). "New Botulinum Toxin Deemed Deadliest Substance Ever: Sniffing 13-Billionths of a Gram Can Kill". Medical Daily.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Egan, Matt (17 November 2014). "Botox maker bought for $66 billion in biggest deal of 2014". cnn.com.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Actavis plc is now Allergan plc". Allergan. 15 Juni 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-05. Diakses tanggal 16 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biokimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik farmakologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Botulinum neurotoxin.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan