Senin, 02 November 2026
11:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Bong-li-piang

Bong-li-piang

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
250px-%E5%8D%B0%E5%B0%BC%E9%82%A6%E5%8A%A0%E5%B3%B6%E9%BB%83%E6%A2%A8%E9%A4%85_bong-li-piang_Bangka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bong-li-piang khas Pulau Bangka.

Bong-li-piang (黃梨餅;pha̍k-fa-sṳ : vòng-li-piáng) adalah penganan ringan berupa kue yang diisi dengan selai nanas.[1] Kue ini berasal perpaduan tradisi kuliner masyarakat Tionghoa dan Melayu di Kepulauan Bangka Belitung.[2]

Asal-usul

Bong-li bermakna "nanas", sementara piang berarti pia ("kue", "pastri"), menunjukkan adanya pengaruh budaya Hakka dalam kuliner Bangka Belitung yang didominasi budaya Melayu.[1] Bahan utama pembuatan bong-li-piang adalah tepung terigu, gula aren dan santan.[1] Semua adonan yang telah tercampur rata kemudian dipanggang hingga menghasilkan tekstur yang lembut. Santan kelapa berperan dalam menghasilkan rasa kue yang gurih.[2] Untuk isi, digunakan selai nanas. Merupakan hidangan yang merakyat, kue ini biasa dijual di toko-toko dan warung kelontong.[2] Biasanya masyarakat Bangka menikmatinya sambil minum kopi atau teh.

Galeri

  • Bong-li-piang asal Belitung
    Bong-li-piang asal Belitung

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 Bong Li Piang, Manisnya Kue Khas Pulau Bangka, Indonesia Kaya. Akses: 22-10-2021.
  2. 1 2 3 Bong Li Piang, Diskominfosta Bateng. Akses: 22-10-2021.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Bangka-Belitung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan