Minggu, 01 November 2026
04:24 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
B83 (bom nuklir)

B83 (bom nuklir)

Bagikan:

B83 adalah senjata bom termonuklir terarah variabel-yield yang dikembangkan oleh Amerika Serikat pada akhir tahun 1970, memasuki pelayanan pada tahun 1983. Dengan hasil maksimum 1,2 megaton (5,0 PJ, 80 kali lipat dari hasil bom atom "Little Boy" 15 kt yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945), bom itu adalah senjata jatuh bebas nuklir yang paling kuat saat ini di gudang senjata Amerika Serikat.[1][2]

330px-B83_nuclear_bomb_trainer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A B83 casing.
330px-B83_nuclear_bomb_test_with_F-4C_Phantom_1983.JPEG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Senjata ini dirancang di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, dan uji peledakan bawah tanah pertama terhadap produksi B83 dilakukan pada 15 Desember 1984 di Nevada di Area U19ac.

Pesawat berikut ini mampu melancarkan serangan menggunakan bom B83:

Referensi

  1. ↑ Blaney, Betsy (26 Oktober 2011). "End of an Era: Last of Big Atomic Bombs dismantled". San Francisco Chronicle. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Oktober 2011. Diakses tanggal 27 Oktober 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sublette, Carey. "Nuclear Weapons Archive - B83". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Februari 2006. Diakses tanggal 2013-12-23.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan