Senin, 26 Oktober 2026
23:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Boes Boestami

Boes Boestami

Bagikan:
Boes Boestami
250px-Bus_Bustami_Film_Varia_May_1954_p24.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Boestami pada 1954
Lahir(1922-12-30)30 Desember 1922
Meninggal11 September 1970(1970-09-11) (umur 47)
Jakarta, Indonesia
PekerjaanJurnalis, aktor
Masa aktif1950–1970

Boes Boestami (Ejaan Yang Disempurnakan: Bus Bustami; 30 Desember 1922 – 11 September 1970) adalah seorang jurnalis dan pemeran film Indonesia. Ia sebagian besar dikenal karena peran-peran lawaknya.

Biografi

Boestami lahir di Batavia, Hindia Belanda, pada 30 Desember 1922. Pada masa kecil, ia masuk Europeesche Lagere School (Sekolah Eropa), kemudian belajar di sebuah sekolah dagang.[1]

Boestami kemudian memulai karier sebagai seorang jurnalis, yang sering menyoroti berita hiburan dan film dibawah nama pena "Bintang Ketjil". Ia kemudian terlibat dalam industri film sebagai seorang pemeran dengan membuat debutnya dengan sebuah peran pendukung dalam film Pelarian Pagar Besi. Ia kemudian tampil dalam film-film karya berbagai rumah produksi, yakni Borobudur Film, Bintang Surabaja, Asiatic Film Company, dan Golden Arrow.[1]

Filmografi

Pada karier dua puluh tahunnya, Boestami tampil dalam sekitar empat puluh film.[2] Ia paling dikenal sebagai aktor lawak.[1]

  • Dunia Gila (1951)
  • Terbelenggu (1951)
  • Pelarian dari Pagar Besi (1951)
  • Bermain dengan Api (1952)
  • Dewa Dewi (1952)
  • KM 49 (1952)
  • Kumala Dewa Dewi (1952)
  • Solo Di Waktu Malam (1952)
  • Belenggu Masjarakat (1953)
  • Krisis Achlak (1953)
  • Leilani (1953)
  • Supir Istimewa (1954)
  • Djaja Merana (1954)
  • Adios (1954)
  • Lain Dulu Lain Sekarang (1954)
  • Putri dari Medan (1954)
  • Tjuriga (1954)
  • Genangan Air Mata (1955)
  • Guntur (1955)
  • Disimpang Jalan (1955)
  • Dharma Bakti (1955)
  • Dibalik Dinding (1955)
  • Putra Solo (1955)
  • Rajuan Alam (1956)
  • Neng Atom (1956)
  • Peristiwa 10 Nopember (1956)
  • Peristiwa Surabaja Gubeng (1956)
  • Pilihlah Aku (1956)
  • Serampang 12 (1956)
  • Air Mata Ibu (1957)
  • Dewi (1957)
  • Sedetik Lagi (1957)
  • Bunga dan Samurai (1958)
  • Momon (1959)
  • Dara Kembar (1960)
  • Bakti (1963)
  • Minah Gadis Dusun (1966)
  • Matahari Pagi (1968)
  • Laki-laki Tak Bernama (1969)

Karya yang dikutip

Referensi

  • Asyhad, Moh. Habib (30 Maret 2015). "Hari Film Nasional: Sejarah Sinematek Indonesia dan Pengorbanan Nani Wijaya". Intisari (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2015. Diakses tanggal 4 Januari 2015. {{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 4 Januari 2016 disarankanPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Biran, Misbach Yusa, ed. (1979). Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926–1978. Sinematek Indonesia. OCLC 6655859.
  • "Bus Bustami". Film Varia (dalam bahasa Indonesia). 1 (6). Jakarta: 22. Mei 1954.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Filmografi Boes Boestami". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Yayasan Konfiden. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-01-04. Diakses tanggal 4 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Ismail, Usmar (1983). "Laporan dari Festival Film Asia". Usmar Ismail Mengupas Film (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Sinar Harapan. hlm. 113–130. OCLC 10435722.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Laki-Laki Tak Bernama". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Yayasan Konfiden. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-01-04. Diakses tanggal 4 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Telah Pergi Seorang Wim Umboh". Republika (dalam bahasa Indonesia). 25 Januari 1996.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan