Jumat, 06 November 2026
14:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan

pendiri bersama Kalbe Farma

Bagikan:
Boenjamin Setiawan
250px-Foto_dr_boen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1933-09-23)23 September 1933
Meninggal4 April 2023(2023-04-04) (umur 89)
KewarganegaraanIndonesia[1]
PekerjaanPengusaha
Dikenal karenaKalbe Farma
Pasangan menikahPoppy Hadiman Setiawan

Boenjamin Setiawan (Khouw Liep Boen, 23 September 1933 - 4 April 2023) lebih dikenal dengan "Dokter Boen" adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Bersama 6 saudaranya, ia mendirikan PT Kalbe Farma, bergerak dibidang farmasi, yang berkembang menjadi Kalbe Group. Kalbe Group berkembang kebeberapa lini,diantaranya: farmasi, makanan kesehatan, distribusi, pergudangan, sarana riset modern, pendidikan (Kalbis Institute) dan rumah sakit (jaringan Mitra Keluarga).[2] Pada 2008, setelah melepaskan jabatannya di Kalbe yang kemudian digantikan oleh keponakannya, Bernadette Ruth Irawati Setiady, dr. Boen berfokus dalam penelitian dan pengembangan sel punca (stem cell).

Pada 2013, majalah Forbes menobatkan dr. Boen sebagai orang terkaya no. 8 di Indonesia.[3] Beliau meninggal dunia pada 4 April 2023 di Jakarta.

Kalbe Farma

Seusai menempuh pendidikannya di Amerika Serikat, dr. Boen bersama dengan 5 saudaranya: Khouw Liep Tjoen, Theresia Harsini Setiady, Khouw Lip Swan, Maria Karmila, dan Fransiscus Bing Aryantodi mendirikan sebuah perusahaan farmasi di sebuah garasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 10 September 1966 yang diberi nama Kalbe. Nama tersebut diambil dari inisial nama dr Boen (Khouw Liep Boen) dan saudaranya Bing (Khouw Liep Bing), KLB yang jika diucapkan membentuk kata KALBE.

Awalnya, Kalbe menggarap obat-obat etikal (obat dengan resep dokter) dengan produk perdana obat Bioplacenton dan krim Kalpanax, dan berlanjut memproduksi obat-obat bebas (over the counter/OTC) dan produk nutrisi. Beberapa produk yang dikembangkan antara lain Promag, obat batuk Wood's, Neuralgin, Mixagrip, Komix, Extra Joss dan Prenagen. Saat ini Kalbe Farma telah menjelma sebagai perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara

Riwayat Pendidikan

Dr. Boen memiliki latar belakang akademis, khususnya di bidang farmakologi dan farmakinetik. Ia meraih gelar dokter dari Universitas Indonesia pada tahun 1958 dan Ph.D. bidang farmakologi dari Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat yang berhasil diperoleh pada tahun 1961.

Beliau juga sempat menjadi dosen muda di Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam rentang tahun 1955 hingga 1986.

Penghargaan

  • Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 (Warta Indonesia)
  • Lifetime Achievement Award 2014 - Tahir Foundation[4]

Lihat juga

Referensi


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan