Selasa, 22 September 2026
01:32 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Bit gula

Bit gula

Bit gula
250px-276_Beta_vulgaris_L.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Umbi bit, ilustrasi akar, daun dan susunan bunga
SpesiesBeta vulgaris
UpaspesiesBeta vulgaris subsp. vulgaris
Kelompok budidayaAltissima Group
Tanah asalSilesia, pertengahan abad ke-18

Bit gula adalah sebuah tumbuhan yang akarnya mengandung kadar sukrosa yang tinggi dan ditumbuhkan secara komersial untuk produksi gula yang disebut gula bit. Tumbuhan tersebut dikenal sebagai kelompok tumbuhan Altissima dari bit (Beta vulgaris).[1] Bersama dengan tumbuhan bit lainnya, seperti bit merah dan bit daun, tumbuhan tersebut masuk dalam subspesies Beta vulgaris subsp. vulgaris. Kerabat liar terdekatnya adalah bit laut (Beta vulgaris subsp. maritima).[2]

Referensi

  1. Sorting Beta names at MMPND. Diarsipkan 2013-05-04 di Wayback Machine.
  2. Beta Maritima: The Origin of Beets. Springer. 2012. ISBN 978-1-4614-0841-3. The volume will be completely devoted to the sea beet, that is, the ancestor of all the cultivated beets. The wild plant, growing mainly on the shore of the Mediterranean Sea, remains very important as source of useful traits for beet breeding.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sugar beets.
Lihat entri bit gula di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan