Selasa, 22 September 2026
16:09 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Bit gula

Bit gula

Bit gula
250px-276_Beta_vulgaris_L.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Umbi bit, ilustrasi akar, daun dan susunan bunga
SpesiesBeta vulgaris
UpaspesiesBeta vulgaris subsp. vulgaris
Kelompok budidayaAltissima Group
Tanah asalSilesia, pertengahan abad ke-18

Bit gula adalah sebuah tumbuhan yang akarnya mengandung kadar sukrosa yang tinggi dan ditumbuhkan secara komersial untuk produksi gula yang disebut gula bit. Tumbuhan tersebut dikenal sebagai kelompok tumbuhan Altissima dari bit (Beta vulgaris).[1] Bersama dengan tumbuhan bit lainnya, seperti bit merah dan bit daun, tumbuhan tersebut masuk dalam subspesies Beta vulgaris subsp. vulgaris. Kerabat liar terdekatnya adalah bit laut (Beta vulgaris subsp. maritima).[2]

Referensi

  1. Sorting Beta names at MMPND. Diarsipkan 2013-05-04 di Wayback Machine.
  2. Beta Maritima: The Origin of Beets. Springer. 2012. ISBN 978-1-4614-0841-3. The volume will be completely devoted to the sea beet, that is, the ancestor of all the cultivated beets. The wild plant, growing mainly on the shore of the Mediterranean Sea, remains very important as source of useful traits for beet breeding.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sugar beets.
Lihat entri bit gula di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan