Minggu, 01 November 2026
18:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gangguan bipolar tipe I

Bagikan:

Gangguan bipolar tipe I (BD-I) merupakan jenis gangguan spektrum bipolar yang ditandai dengan terjadinya satu episode manik, dengan atau tanpa campuran gangguan psikotik.[1]

Terkadang banyak penderita juga memiliki satu atau lebih episode depresif, dan semua mengalami fase hipomanik sebelum berkembang sepenuhnya menjadi episode manik.[2]

Ini merupakan tipe gangguan bipolar yang sesuai dengan konsep klasik penyakit manik-depresif, yang di dalamnya terdapat fase psikosis selama episode suasana hati.[3]

Diagnosis

Bentuk dasar dari gangguan bipolar tipe I adalah rangkaian klinis yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih episode manik atau episode campuran. Sering kali, penderitanya memiliki satu atau lebih episode depresi mayor.[4] Diagnosis pada penderita bipolar cukup ditunjukkan dengan satu episode mania. Penderita tersebut tidak pasti memiliki riwayat gangguan depresi mayor.[5]

Episode yang disebabkan langsung oleh efek dari obat, perawatan somatik untuk depresi, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, paparan zat berbahaya, maupun gangguan mood yang disebabkan oleh kondisi medis lainnya tidak dapat dilakukan dalam mendiganosis bipolar tipe I.

Gangguan bipolar tipe I hanya dapat dikonfirmasi dengan menunjukkan 1 episode manik penuh untuk diagnosis, namun bisa juga diikuti dengan episode hipomanik dan depresi.[6] Sedangkan dalam gangguan bipolar tipe II, diagnosis tidak termasuk episode manik penuh; sebaliknya, pada tipe ini terjadi episode hipomanik dan episode depresi mayor.[6]

[6] Tindakan membahayakan dilaporkan telah terjadi pada satu dari setiap sepuluh pasien bipolar tipe I dengan berbagai ciri psikotik. Prevalensinya pada kelompok ini berkaitan erat dengan upaya bunuh diri yang tinggi, penyalahgunaan alkohol, kesulitan dalam belajar, atau polaritas manik di episode pertama.[7]

Gangguan bipolar tipe I (dan gangguan bipolar tipe II) juga dapat berkomorbid dengan penyakit lain seperti PTSD, gangguan penggunaan zat terlarang, dan gangguan mood lainnya.[8][9]

Lebih dari 40% penderita bipolar juga memiliki PTSD, dan gangguan bipolar tipe I lebih banyak terjadi pada wanita.[8]

[8] Selain itu, episode pada gangguan bipolar tipe I tidak tumpang tindih dengan penyakit seperti gangguan skizoafektif, skizofrenia, gangguan skizofreniform, gangguan delusi, atau gangguan psikotik yang tidak dapat ditentukan.[10]

Referensi

  1. ↑ "The Two Types of Bipolar Disorder". Psych Central.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-10. Diakses tanggal 25 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Bipolar Disorder: Who's at Risk?". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-04-19. Diakses tanggal 22 November 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "What are the types of bipolar disorder?". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2004-05-31. Diakses tanggal 22 November 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Online Bipolar Tests: How Much Can You Trust Them?". DepressionD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-01-13. Diakses tanggal 7 Januari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Online Bipolar Tests: How Much Can You Trust Them?". DepressionD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-01-13. Diakses tanggal 7 Januari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 Diagnostic and statistical manual of mental disorders : DSM-5. American Psychiatric Association., American Psychiatric Association. DSM-5 Task Force. (Edisi Fifth). Arlington, VA. 2013. ISBN 978-0-89042-559-6. OCLC 847226928.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  7. ↑ Khalsa, Hari-Mandir K.; Baldessarini, Ross J.; Tohen, Mauricio; Salvatore, Paola (2018-08-11). "Aggression among 216 patients with a first-psychotic episode of bipolar I disorder". International Journal of Bipolar Disorders. 6 (1): 18. doi:10.1186/s40345-018-0126-8. ISSN 2194-7511. PMC 6161985. PMID 30097737. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-24. Diakses tanggal 2021-11-30.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  8. 1 2 3 Cerimele, Joseph M.; Bauer, Amy M.; Fortney, John C.; Bauer, Mark S. (Mei 2017). "Patients With Co-Occurring Bipolar Disorder and Posttraumatic Stress Disorder: A Rapid Review of the Literature". The Journal of Clinical Psychiatry. 78 (5): e506–e514. doi:10.4088/JCP.16r10897. ISSN 1555-2101. PMID 28570791.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Hunt, Glenn E.; Malhi, Gin S.; Cleary, Michelle; Lai, Harry Man Xiong; Sitharthan, Thiagarajan (Desember 2016). "Prevalence of comorbid bipolar and substance use disorders in clinical settings, 1990-2015: Systematic review and meta-analysis". Journal of Affective Disorders. 206: 331–349. doi:10.1016/j.jad.2016.07.011. ISSN 1573-2517. PMID 27476137.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Bipolar Disorder Residential Treatment Center Los Angeles". PCH Treatment. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-03-31. Diakses tanggal 25 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan