Senin, 02 November 2026
05:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Zat biogenik

Zat biogenik

Bagikan:
250px-Petroleum_sample.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampel petroleum

Zat biogenik adalah produk yang dibuat oleh atau dari bentuk kehidupan. Istilah ini mencakup konstituen, sekresi, dan metabolit tumbuhan atau hewan.[1] Dalam konteks biologi molekuler, zat biogenik disebut sebagai biomolekul.

Sejarah

Pada tahun 1930-an kimiawan Jerman Alfred E. Treibs pertama kali mendeteksi zat biogenik dalam minyak bumi sebagai bagian dari studinya tentang porfirin.[2] Berdasarkan penelitian ini, ada peningkatan pada tahun 1970-an dalam penyelidikan zat biogenik dalam batuan sedimen sebagai bagian dari studi geologi.[2]

Pada tahun 2008 diamati bahwa fenomena tumbuhan yang menyerap logam, seperti Au dan Ag dapat didorong di lingkungan laboratorium. Ini mengungkapkan potensi metalofit dan zat biogeniknya untuk digunakan dalam sintesis nanopartikel logam.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Francis R, Kumar DS (2016). Biomedical Applications of Polymeric Materials and Composites. John Wiley & Sons.
  2. 1 2 Albrecht P, Ourisson G (April 1971). "Biogenic substances in sediments and fossils". Angewandte Chemie. 10 (4): 209–25. doi:10.1002/anie.197102091. PMID 4996804.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Shukla R, Nune SK, Chanda N, Katti K, Mekapothula S, Kulkarni RR, et al. (September 2008). "Soybeans as a phytochemical reservoir for the production and stabilization of biocompatible gold nanoparticles". Small. 4 (9): 1425–36. doi:10.1002/smll.200800525. PMID 18642250.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan