Rabu, 28 Oktober 2026
03:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bintang kuasi

Bintang kuasi

bintang hipotetis

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Objek quasi-bintang "quasar".

Bintang kuasi atau Bintang lubang hitam adalah jenis objek bintang hipotetis yang berukuran sangat besar dan sangat bercahaya, bintang ini mungkin muncul pada sejarah awal alam semesta terbentuk dan memiliki lubang hitam di intinya. Tidak seperti bintang modern, yang energinya dihasilkan oleh fusi nuklir di intinya, energi bintang kuasi akan berasal dari materi yang jatuh ke lubang hitam di intinya. Mereka terbentuk ketika inti dari proto bintang besar runtuh menjadi lubang hitam selama pembentukannya. Setelah pembentukannya, ia akan terus meradiasikan energi dalam jumlah besar dari infall materi tambahan. Mereka memiliki suhu 4.000, tetapi ukurannya dapat menjadi lebih besar dari hiper raksasa dan super raksasa dengan perkiraan lebih rendah sekitar 10 miliar km atau 7.187 kali matahari, yang di luar batas Hayashi, yang menunjukkan 3,6 miliar km atau ~2.600 kali ukuran matahari berdasarkan logam di Bima Sakti. Umur maksimum bintang kuasi adalah 7 juta tahun, setelah itu inti lubang hitam akan mencapai 10.000 massa matahari.[1][2][3]

250px-Quasi-star_size_comparison.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan ukuran bintang semu dibandingkan dengan beberapa bintang raksasa yang diketahui, termasuk juga bintang terbesar yang diketahui.

Keberadaan bintang kuasi pada pergeseran merah tinggi menyiratkan lubang hitam supermasif dapat terbentuk di awal alam semesta. Lubang hitam purba ini bisa saja terbentuk jauh di dalam objek seperti bintang raksasa. Perkiraan menunjukkan bahwa ketika awan gas masif, atau proto bintang besar runtuh, ia bisa membentuk lubang hitam kecil di intinya, sehingga menghasilkan bintang kuasi.[3]

Pada tahun 2006, Mitchell Begelman, seorang profesor di Departmen Ilmu Astrofisika dan Planet di Universitas Colorado di Boulder, menerbitkan beberapa perhitungan yang menunjukkan bahwa lubang hitam dapat dengan cepat tumbuh hingga 1.000 kali lebih masif dari Matahari dengan memakan gas yang menyelimuti itu. Akhirnya, itu akan menjadi lubang hitam supermasif. Biasanya pembentukan lubang hitam akan melepaskan begitu banyak energi sehingga lapisan luar bintang akan tersingkir, meninggalkan lubang hitam.[3]

Namun dalam kasus ini, bintang kuasi sangat masif sehingga tidak terjadi. Bintang seperti itu setidaknya harus berukuran seribu kali massa matahari. Juga, itu akan menghabiskan cahaya sebanyak galaksi kecil. Bintang sebesar ini hanya busa terbentuk di awal alam semesta sebelum hidrogen dan helium terkontaminasi oleh unsur yang lebih berat. Namun, seperti yang telah disebutkan, bintang kuasi adalah murni hipotetis.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Battersby, Stephen (2013-03). "Super size me: The enigma of the universe's biggest black holes". New Scientist. 217 (2907): 44–47. doi:10.1016/s0262-4079(13)60631-4. ISSN 0262-4079.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "Quasi-Star". Beyond Universe Wiki (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-25.
  3. 1 2 3 4 Bicaj, Ardit (2020-05-13). "What Are Quasi Stars?". Cosmoknowledge (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-09-25.[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan