Rabu, 28 Oktober 2026
00:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bintang protoneutron

Bintang protoneutron

Bagikan:
Bintang protoneutron
250px-1Superfluid_in_nuetro_star.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi pembentukan bintang protoneutron dalam inti supernova
Jenis objekObjek kompak
Data pengamatan
(Epos Saat pembentukan pasca-supernova)
Deklinasi
Massa~1.1–2.3 M☉
Suhu>1011 K
Radius~30 km (saat terbentuk)
Perkiraan usia< 1 detik
Tahun penemuan
Diprediksi secara teori (1940-an)

Bintang protoneutron adalah tahap awal dalam evolusi bintang neutron, terbentuk segera setelah runtuhnya inti bintang masif dalam peristiwa supernova Tipe II atau supernova Tipe Ib/c. Objek ini merupakan inti padat dan sangat panas yang masih dalam proses pendinginan dan kontraksi, dengan kondisi termal dan lepton yang jauh dari kesetimbangan.[1]

Pembentukan

Ketika bintang masif (>8 massa Matahari) kehabisan bahan bakar nuklir, intinya runtuh karena gravitasi dan menghasilkan gelombang kejut yang melontarkan lapisan luar bintang. Inti yang tersisa menjadi sangat padat dan memanas hingga lebih dari 100 miliar Kelvin, menghasilkan objek sementara yang disebut bintang protoneutron.[2]

Karakteristik

Bintang protoneutron memiliki suhu ekstrem dan kandungan lepton tinggi karena banyaknya neutrino yang terperangkap. Objek ini sangat dinamis, memancarkan sejumlah besar energi melalui radiasi neutrino dalam beberapa detik pertama kehidupannya. Setelah kira-kira 10–30 detik, protoneutron akan mendingin dan mencapai keadaan kesetimbangan, berubah menjadi bintang neutron yang stabil atau, jika cukup masif, menjadi lubang hitam.[3]

Evolusi

Tahapan evolusi bintang protoneutron meliputi:

  • **Fase awal (0–1 detik):** sangat panas, neutrino masih terperangkap.
  • **Fase transisi (1–10 detik):** pelepasan neutrino dalam jumlah besar (~1053 erg).
  • **Fase akhir (>10 detik):** pendinginan dan stabilisasi sebagai bintang neutron.

Jika massa melebihi batas Tolman–Oppenheimer–Volkoff (sekitar 2–3 massa Matahari), maka protoneutron akan kolaps menjadi lubang hitam.

Peran dalam astrofisika

Studi tentang bintang protoneutron penting untuk memahami:

  • Asal-usul dan struktur bintang neutron
  • Peran neutrino dalam mekanisme supernova
  • Sifat materi pada kerapatan supernuklir
  • Produksi elemen berat melalui proses r-proses dalam supernova

Simulasi protoneutron digunakan dalam pemodelan numerik supernova dan deteksi neutrino astrofisika.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Burrows, A. (1986). "Birth of neutron stars". Astrophysical Journal. 300: 488–493. doi:10.1086/163811.
  2. ↑ Pons, J.A.; Reddy, S. (1999). "Evolution of protoneutron stars". Astrophysical Journal. 513: 780–804. doi:10.1086/306889.
  3. ↑ Janka, H.-T. (2012). "Explosion mechanisms of core-collapse supernovae". Annual Review of Nuclear and Particle Science. 62: 407–451. doi:10.1146/annurev-nucl-102711-094901.
  4. ↑ Roberts, L.F. (2012). "Proto-neutron star cooling with convection". Astrophysical Journal. 755 (2): 126. doi:10.1088/0004-637X/755/2/126.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan