Jumat, 23 Oktober 2026
09:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Bintang protoneutron

Bintang protoneutron

Bagikan:
Bintang protoneutron
250px-1Superfluid_in_nuetro_star.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi pembentukan bintang protoneutron dalam inti supernova
Jenis objekObjek kompak
Data pengamatan
(Epos Saat pembentukan pasca-supernova)
Deklinasi
Massa~1.1–2.3 M☉
Suhu>1011 K
Radius~30 km (saat terbentuk)
Perkiraan usia< 1 detik
Tahun penemuan
Diprediksi secara teori (1940-an)

Bintang protoneutron adalah tahap awal dalam evolusi bintang neutron, terbentuk segera setelah runtuhnya inti bintang masif dalam peristiwa supernova Tipe II atau supernova Tipe Ib/c. Objek ini merupakan inti padat dan sangat panas yang masih dalam proses pendinginan dan kontraksi, dengan kondisi termal dan lepton yang jauh dari kesetimbangan.[1]

Pembentukan

Ketika bintang masif (>8 massa Matahari) kehabisan bahan bakar nuklir, intinya runtuh karena gravitasi dan menghasilkan gelombang kejut yang melontarkan lapisan luar bintang. Inti yang tersisa menjadi sangat padat dan memanas hingga lebih dari 100 miliar Kelvin, menghasilkan objek sementara yang disebut bintang protoneutron.[2]

Karakteristik

Bintang protoneutron memiliki suhu ekstrem dan kandungan lepton tinggi karena banyaknya neutrino yang terperangkap. Objek ini sangat dinamis, memancarkan sejumlah besar energi melalui radiasi neutrino dalam beberapa detik pertama kehidupannya. Setelah kira-kira 10–30 detik, protoneutron akan mendingin dan mencapai keadaan kesetimbangan, berubah menjadi bintang neutron yang stabil atau, jika cukup masif, menjadi lubang hitam.[3]

Evolusi

Tahapan evolusi bintang protoneutron meliputi:

  • **Fase awal (0–1 detik):** sangat panas, neutrino masih terperangkap.
  • **Fase transisi (1–10 detik):** pelepasan neutrino dalam jumlah besar (~1053 erg).
  • **Fase akhir (>10 detik):** pendinginan dan stabilisasi sebagai bintang neutron.

Jika massa melebihi batas Tolman–Oppenheimer–Volkoff (sekitar 2–3 massa Matahari), maka protoneutron akan kolaps menjadi lubang hitam.

Peran dalam astrofisika

Studi tentang bintang protoneutron penting untuk memahami:

  • Asal-usul dan struktur bintang neutron
  • Peran neutrino dalam mekanisme supernova
  • Sifat materi pada kerapatan supernuklir
  • Produksi elemen berat melalui proses r-proses dalam supernova

Simulasi protoneutron digunakan dalam pemodelan numerik supernova dan deteksi neutrino astrofisika.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Burrows, A. (1986). "Birth of neutron stars". Astrophysical Journal. 300: 488–493. doi:10.1086/163811.
  2. ↑ Pons, J.A.; Reddy, S. (1999). "Evolution of protoneutron stars". Astrophysical Journal. 513: 780–804. doi:10.1086/306889.
  3. ↑ Janka, H.-T. (2012). "Explosion mechanisms of core-collapse supernovae". Annual Review of Nuclear and Particle Science. 62: 407–451. doi:10.1146/annurev-nucl-102711-094901.
  4. ↑ Roberts, L.F. (2012). "Proto-neutron star cooling with convection". Astrophysical Journal. 755 (2): 126. doi:10.1088/0004-637X/755/2/126.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan