Sabtu, 24 Oktober 2026
07:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Bilangan Mersenne

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Bilangan prima Mersenne. (Diskusikan) Diusulkan sejak Agustus 2026.

Dalam matematika, bilangan Mersenne adalah bilangan bulat positif yang bernilai satu kurang dari perpangkatan dua, dinyatakan dalam rumus M n = 2 n − 1 {\displaystyle M_{n}=2^{n}-1} {\displaystyle M_{n}=2^{n}-1} dengan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} berupa bilangan bulat positif.[1] Nama bilangan ini diambil dari Marin Mersenne, seorang biarawan dan matematikawan asal Prancis pada abad ke-17 yang mengkaji sifat-sifat eksponensialnya.[2]

Definisi dan sifat dasar

Barisan bilangan Mersenne dimulai dari nilai n = 1 {\displaystyle n=1} {\displaystyle n=1}:

M 1 = 1 , M 2 = 3 , M 3 = 7 , M 4 = 15 , M 5 = 31 , M 6 = 63 , … {\displaystyle M_{1}=1,M_{2}=3,M_{3}=7,M_{4}=15,M_{5}=31,M_{6}=63,\dots } {\displaystyle M_{1}=1,M_{2}=3,M_{3}=7,M_{4}=15,M_{5}=31,M_{6}=63,\dots }

Apabila n {\displaystyle n} {\displaystyle n} merupakan bilangan komposit, maka M n {\displaystyle M_{n}} {\displaystyle M_{n}} dipastikan juga bernilai komposit. Hal ini dibuktikan melalui identitas aljabar faktorisasi:

2 a b − 1 = ( 2 a − 1 ) ( 1 + 2 a + 2 2 a + ⋯ + 2 ( b − 1 ) a ) {\displaystyle 2^{ab}-1=(2^{a}-1)\left(1+2^{a}+2^{2a}+\dots +2^{(b-1)a}\right)} {\displaystyle 2^{ab}-1=(2^{a}-1)\left(1+2^{a}+2^{2a}+\dots +2^{(b-1)a}\right)}

Oleh karena itu, syarat mutlak (meskipun belum cukup) agar M n {\displaystyle M_{n}} {\displaystyle M_{n}} dapat bernilai prima adalah eksponen n {\displaystyle n} {\displaystyle n} itu sendiri harus berupa bilangan prima.

Bilangan prima Mersenne

Jika M n {\displaystyle M_{n}} {\displaystyle M_{n}} menghasilkan bilangan prima, maka angka tersebut dinamakan bilangan prima Mersenne.[3] Meskipun eksponen p {\displaystyle p} {\displaystyle p} berupa bilangan prima, hasil M p {\displaystyle M_{p}} {\displaystyle M_{p}} tidak selalu prima.

  • Prima Mersenne awal:
    • n = 2 ⟹ M 2 = 3 {\displaystyle n=2\implies M_{2}=3} {\displaystyle n=2\implies M_{2}=3}
    • n = 3 ⟹ M 3 = 7 {\displaystyle n=3\implies M_{3}=7} {\displaystyle n=3\implies M_{3}=7}
    • n = 5 ⟹ M 5 = 31 {\displaystyle n=5\implies M_{5}=31} {\displaystyle n=5\implies M_{5}=31}
    • n = 7 ⟹ M 7 = 127 {\displaystyle n=7\implies M_{7}=127} {\displaystyle n=7\implies M_{7}=127}
  • Contoh komposit dengan eksponen prima:
    • Untuk n = 11 {\displaystyle n=11} {\displaystyle n=11}, diperoleh M 11 = 2 11 − 1 = 2047 = 23 × 89 {\displaystyle M_{11}=2^{11}-1=2047=23\times 89} {\displaystyle M_{11}=2^{11}-1=2047=23\times 89}.

Hubungan dengan bilangan sempurna

Berdasarkan Teorema Euclid–Euler, terdapat hubungan korespondensi satu-ke-satu antara bilangan prima Mersenne dan bilangan sempurna genap (bilangan yang jumlah pembagi sejatinya sama dengan bilangan itu sendiri).[4] Suatu bilangan genap bersifat sempurna jika dan hanya jika dapat dituliskan sebagai:

N = 2 p − 1 ( 2 p − 1 ) {\displaystyle N=2^{p-1}(2^{p}-1)} {\displaystyle N=2^{p-1}(2^{p}-1)}

di mana 2 p − 1 {\displaystyle 2^{p}-1} {\displaystyle 2^{p}-1} merupakan bilangan prima Mersenne.

Pengujian dan pencarian

Pengujian primalitas untuk bentuk 2 p − 1 {\displaystyle 2^{p}-1} {\displaystyle 2^{p}-1} dapat dilakukan jauh lebih cepat dibanding bilangan biasa berukuran sama menggunakan Uji primalitas Lucas–Lehmer.[5] Karena efisiensi algoritma ini, rekor bilangan prima terbesar yang diketahui manusia hampir selalu berupa bilangan prima Mersenne.

Sebagian besar penemuan prima Mersenne modern dilakukan melalui proyek komputasi terdistribusi global bernama Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS).

Referensi

  1. ↑ Weisstein, Eric W. "Mersenne Number". MathWorld.
  2. ↑ Caldwell, Chris. "Mersenne Primes: History, Theorems and Lists". The Prime Pages.
  3. ↑ "GIMPS Project Discoveries". Great Internet Mersenne Prime Search.
  4. ↑ Burton, David M. (2010). Elementary Number Theory. McGraw-Hill. hlm. 223–226. ISBN 978-0073383095.
  5. ↑ Weisstein, Eric W. "Lucas-Lehmer Test". MathWorld.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan