Kamis, 05 November 2026
19:52 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Biennale

Biennale

acara yang diadakan setiap dua tahun

Bagikan:
250px-65th_venice_film_festival.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Festival Film Venice merupakan bagian dari Biennale Venesia. Penghargaan terkenal Singa Emas diberikan kepada pemutaran film terbaik di kompetisi tersebut.

Biennale (pelafalan[bi.enˈnaːle]), bahasa Italia untuk "bienial" atau "setiap tahun lainnya", adalah acara apapun yang diadakan setiap dua tahun. Istilah biennale paling sering digunakan dalam dunia seni untuk mendeskripsikan pameran seni kontemporer internasional skala besar. Istilah ini populer karena acara Biennale Venesia yang pertama kali diadakan pada tahun 1895. Lalu sejak itu istilah biennale digunakan untuk acara-acara seni lainnya seperti "Biennale de Paris", atau bahkan sebagai suatu lakuran seperti "Berlinale" (untuk Berlin International Film Festival) dan "Viennale" (untuk festival film internasional di Wina). "Biennale" karenanya digunakan sebagai suatu istilah umum untuk acara-acara internasional lainnya yang diadakan berulang kali (seperti trienial, documenta, Skulptur Projekte Münster).

Yang dimaksud suatu biennale

Menurut Federica Martini,[1] yang dipertaruhkan dalam biennale-biennale kontemporer adalah potensi hubungan internasional/diplomatik serta rencana regenerasi perkotaan. Selain itu juga secara khusus difokuskan pada masa diadakannya acara tersebut ("di sini dan sekarang" di mana acara budaya berlangsung dan dampak "spektakularisasi sehari-hari"), karena acara-acara budaya yang dikhususkan pada tempat itu mungkin dapat merujuk kembali pada, menghasilkan, atau membentuk, sejarah tempat itu dan kenangan bersama dalam masyarakat.

250px-Crystal_Palace_-_Queen_Victoria_opens_the_Great_Exhibition.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Great Exhibition di The Crystal Palace di Hyde Park, London pada tahun 1851.

Suatu simbol yang kuat dan berpengaruh dari biennale dan pameran internasional skala besar pada umumnya tecermin dalam The Crystal Palace, yakni suatu karya arsitektur London yang futuristik dan raksasa yang menjadi tempat berlangsungnya The Great Exhibition pada tahun 1851. Menurut filsuf Peter Sloterdijk,[2][halaman dibutuhkan] The Crystal Palace merupakan upaya pertama untuk memusatkan representasi dunia dalam sebuah ruang pameran yang disatukan, di mana pameran utamanya yaitu masyarakat itu sendiri dalam suatu kondisi yang spektakuler dan bersejarah. Maksud-maksud utama The Crystal Palace adalah penegasan kepemimpinan nasional dan ekonomi Britania serta penciptaan momen-momen pertunjukan besar. Dalam hal ini, pameran-pameran dunia pada abad ke-19 menyediakan suatu kristalisasi visual atas budaya kolonial, sekaligus cikal bakal taman hiburan kontemporer.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Vittoria Martini e Federica Martini, Just another exhibition. Histories and politics of biennials, Postmedia Books, 2011 ISBN 88-7490-060-0, ISBN 978-88-7490-060-2.
  2. ↑ Im Weltinnenraum des Kapitals, 2005.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan