Selasa, 22 September 2026
23:45 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Biblioterapi

Biblioterapi (bibliotheraphy) adalah penyembuhan mental berbasis pendekatan terapi[1] dengan mengkombinasikan kegiatan literasi membaca yang erat kaitannya dengan ilmu perpustakaan , serta upaya untuk membangun atau mempertahankan psikis pembacanya, di mana kegiatan ini erat kaitannya dengan keilmuan psikologi. Kegiatan dilakukan dengan pemilihan literatur secara seksama[2] sebagai upaya intervensi psikologi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan refleksi yang diharapkan dapat mendukung regulasi emosi dari pembacanya.

Potensi penggunaan biblioterapi didapatkan melalui wawasan atau pandangan baru yang didapatkan oleh penggunanya. Semakin sang pembaca berhubungan dengan alur cerita buku, semakin kuat hubungan emosional yang akan mereka rasakan antara dirinya dengan buku tersebut. Hubungan ini memungkinkan pembaca untuk menyadari bahwa orang lain menghadapi masalah dan situasi serupa, sehingga memberikan semacam katarsis (pelepasan emosi).[3]

Biblioterapi bertujuan menyembuhkan atau mengurangi permasalahan mental dari pembaca melalui intervensi psikologi, yang diawali dengan kegiatan membaca buku yang akan dilanjutkan dengan latihan refleksi, praktik kesadaran formal dan informal.[4] Sebagai alat pedagogi, pembaca diharapkan dapat mengetahui terlebih dahulu masalah yang dihadapi,[3] sebagai jalan untuk mencari penyelesaian masalah yang dialami pembaca.

Sebagai bentuk dari psikoterapi suportif kepada pembaca, biblioterapi juga bertujuan untuk menjadi intervensi bantuan diri yang singkat dan terstruktur, dengan penggunaan panduan standar. Sehingga pembacanya dapat mengembangkan keterampilan regulasi emosi, utamanya dari teknik terapi perilaku dan terapi kognitif[5].Biblioterapi juga termasuk ke dalam kegiatan literasi baca, di mana keseluruhan aktivitas menuju kesembuhan dapat mencakup kegiatan literasi pada umumnya, yaitu membaca, melihat, berbicara, serta menulis yang menjadian pembaca sebagai individu dapat melakukan komunikasi dan interaksi[6] dengan individu lainnya dengan lebih baik lagi.

Cakupan

Biblioterapi adalah salah satu implementasi tertua dalam konsep ilmu perpustakaan. Diodorus Siculus menuliskan dalam Bibliotheca historica, terdapat frasa di atas pintu masuk tempat Raja Ramses II dari Mesir menyimpan buku-bukunya. Frasa yang berbunyi ψῡχῆς ἰατρεῖον (psyches iatreion, yang berarti "rumah penyembuhan untuk jiwa") ini juga dapat dilihat sebagai salah satu motto perpustakaan tertua di dunia.[7]

Referensi

  1. Daulay, Nadilah Shifa; Munthasir, Munthasir; Yunita, Rahmi; Karunia, Leila (2025). "Layanan Biblioterapi di Perpustakaan dengan Pendekatan Scoping Review di Database Scopus". IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi. 19 (5): 300–320. doi:http://dx.doi.org/10.30829/iqra.v19i2.26028.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  2. Dysart-Gale, Deborah (2007). "Lost in Translation: Bibliotherapy and Evidence-based Medicine". J Med Humait. 29: 33–43. doi:https://doi.org/10.1007/s10912-007-9050-0.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  3. 1 2 Cook, Katherine E.; Earles-Vollrath, Theresa; Ganz, Jennifer B. (2006). "Bibliotherapy". Sage Journals Home. 42 (2): 91–100. doi:https://doi.org/10.1177/10534512060420020801.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  4. Juwita, Ulandari; Ifdil, Ifdil (2024). "Pengembangan e-modul bibliotherapy untuk mencegah stres pada ibu muda". Jurnal Konseling dan Pendidikan. 12 (2): 23–33. doi:https://doi.org/10.29210/1109100.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  5. Gualano, M.R.; Bert, F.; Martorana, M; Voglino, G; Andriolo, V; Thomas, R; Gramaglia, C; Zeppegno, P.; Siliquini, R. (2017). "The long-term effects of bibliotherapy in depression treatment: Systematic review of randomized clinical trials". Clinical Psychology Review. 58: 49–58. doi:https://doi.org/10.1016%2Fj.cpr.2017.09.006. ISSN 0272-7358.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=; line feed karakter dalam |title= pada posisi 75
  6. Solichah, Novia (2023). Psikologi literasi. Malang: UIN MALIKI PRESS. hlm. 9. ISBN 9786232329058.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Lutz, Cora E. (1978). "The oldest Library Motto: ψῡχῆς Ἰατρεῖον". The Library Quarterly. 48 (1). doi:https://doi.org/10.1086%2F629993.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan