Minggu, 18 Oktober 2026
18:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Biaya peluang

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Biaya peluang atau biaya kesempatan (bahasa Inggris:opportunity cost) adalah biaya yang dikeluarkan seseorang atau institusi ketika memilih suatu kegiatan.[1] Dengan kata lain, biaya peluang berhubungan dengan semua hal yang harus dikorbankan untuk memperoleh sesuatu.[2] Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa dilakukan. Bentuk biaya peluang diantaranya seperti waktu, uang, atau utilitas. Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp 10.000.000. Dengan jumlah uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.

Dimensi biaya peluang dapat berbentuk berbagai hal, termasuk waktu, uang atau utilitas. Pilihan ekonomi adalah keputusan sadar untuk menggunakan sumber daya yang langka dengan cara tertentu. Setiap orang harus memutuskan untuk memilih dan menentukan berapa banyak barang yang akan dibeli. Karena adanya trade off, dalam membuat pilihan tentunya diperlukan untuk membandingkan manfaat yang akan diperoleh ketika ingin memiliki sesuatu dan juga biaya yang harus dikeluarkan (pengorbanan yang dilakukan).[3] Biaya ini seringkali tersembunyi dari pandangan mata dan tidak diketahui.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Apa itu Biaya Peluang? Definisi dan penjelasan detilnya". Cerdasco. (dalam bahasa American English). 2019-07-15. Diakses tanggal 2020-10-27.
  2. ↑ Mankiw, N. Gregory; Quah, Euston; Wilson, Peter (2013). Pengantar Ekonomi Mikro Edisi Asia (Volume 1). Diterjemahkan oleh Hutagalung, Barlev Nicodemus. Jakarta: Salemba Empat. hlm. 6. ISBN 9789790613553.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Mankiw, N. Gregory; Quah, Euston; Wilson, Peter (2013). Pengantar Ekonomi Mikro Edisi Asia (Volume 1). Diterjemahkan oleh Hutagalung, Barlev Nicodemus. Jakarta: Salemba Empat. hlm. 5. ISBN 9789790613553.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan