Senin, 28 September 2026
13:50 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Biara Santo Stepanos

Biara Santo Stepanos

biara di Kabupaten Jolfa, situs warisan nasional Iran dan situs warisan dunia

Biara Santo Stepanos
Սուրբ Ստեփանոս վանք
330px-St-Stepanous-02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiGereja Apostolik Armenia
Lokasi
osm-intl,13,38.979375,45.473252777778,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Biara_Santo_Stepanos&revid=29206860&groups=_1b729f228a129b54199948aab8290cbbd9b99eb5&parser=parsoid
Peta interaktif Biara Santo Stepanos
LokasiProvinsi Azerbaijan Timur, Iran
Koordinat38°58′45.75″N 45°28′23.71″E / 38.9793750°N 45.4732528°E / 38.9793750; 45.4732528
Arsitektur
GayaArsitektur Armenia
Nama resmi: Kompleks Biara Armenia di Iran
JenisKultural
Kriteriaii, iii, vi
Ditetapkan2008 (32 sesi)
Nomor referensi1262
WilayahAsia Barat

Biara Saint Stepanos (Armenian: Սուրբ Ստեփանոս վանք Սուրբ վանք, Surb Stepanos Vank; Persia: کلیسای سن استپانوس, Kelisā-ye San Estepānus), juga dikenal dalam bahasa Armenia sebagai Maghardavank (Մաղարդավանք), adalah sebuah biara Armenia yang terletak sekitar 15 km barat laut kota Julfa di Provinsi Azarbaijan Timur, Iran barat laut. Biara ini berada di ngarai yang dalam di sepanjang sungai Aras, di sisi perbatasan Iran dan Nakhchivan. Biara ini awalnya dibangun pada abad ke-9, dan dibangun kembali selama era Safawi, setelah rusak akibat perang dan gempa bumi.

Bangunan ini adalah bagian dari Kompleks Biara Armenia di Iran, yang terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Sejarah

Santo Bartolomeus Rasul pertama kali mendirikan gereja di lokasi ini sekitar tahun 62 M, pada masa Kekaisaran Partia.[1] Biara pertama dibangun pada abad ke-7, dan kemudian diperluas pada abad ke-10. Selama perang antara Seljuk dan Kekaisaran Bizantium pada abad ke-11 dan ke-12, Biara ini mengalami kerusakan.

Setelah penaklukan wilayah tersebut oleh bangsa Mongol pimpinan Hulagu Khan, cucu Genghis Khan, pada pertengahan abad ke-13, sebuah perjanjian damai ditandatangani antara Gereja Armenia dan Ilkhanate, dan umat Kristen mempertahankan situasi yang seimbang. Biara tersebut dipugar pada paruh kedua abad ke-13, dan dibangun kembali sepenuhnya di bawah kepemimpinan Zakharia pada 1330. Pada abad ke-14 dan ke-15, Biara Santo Stepanos berada di puncak pengaruh budaya dan intelektualnya, menghasilkan lukisan dan manuskrip berhias dalam bidang agama, sejarah, dan filsafat.

Pada awal abad ke-15, dinasti Safavid yang baru melindungi orang Armenia, tetapi wilayah tersebut menjadi pusat konflik dengan Ottoman, yang menginvasi Armenia Barat pada 1513. Biara tersebut secara bertahap mengalami kemunduran pada abad ke-16. Abbas Agung mengusir penduduk wilayah tersebut pada 1604, dan biara tersebut ditinggalkan. Setelah 1650, Safavid menduduki kembali wilayah tersebut dan biara yang terbengkalai itu dipulihkan pada akhir abad ke-17.

Pada awal abad ke-18, wilayah tersebut berada di bawah perluasan Kekaisaran Rusia. Yerevan ditaklukkan oleh Rusia pada 1827, dan berdasarkan Perjanjian Turkmenchay, perbatasan antara Iran dan Rusia kemudian ditetapkan di Sungai Aras. Akibatnya, sebagian penduduk dipindahkan secara paksa ke Armenia Rusia. Para penguasa Qajar terus melindungi orang Armenia, dan mendorong pembangunan kembali Biara Santo Stepanos antara 1819 dan 1825.

Biara tersebut mengalami beberapa kali restorasi pada abad ke-20.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ A. Bruke, V. Maxwell, I. Shearer, Iran, Lonely Planet, 2012
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan