Rabu, 30 September 2026
09:01 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Bhatiali

Bhatiali

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (Mei 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-BD_Dance.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bhatiali atau Bhatiyali adalah musik tradisional di Bengali, Bangladesh, dan Bengali barat. Bhatiyali biasanya dinyanyikan oleh pendayung ketika sedang mengemudikan perahu disungai. Kata Bhatiyali sendiri berasal dari Bhata yang bermakna air surut.

Bhatiali atau Bhatiyali adalah musik tradisional di Bengali, Bangladesh, dan Bengali Barat. Bhatiyali biasanya dinyanyikan oleh pendayung ketika sedang mengemudikan perahu di sungai. Kata Bhatiyali sendiri berasal dari Bhata yang bermakna "air surut".[1] Bhatiali biasanya dinyanyikan di distrik Mymensingh di sungai Brahmaputra. Lirik Bhaitaili biasanya bertemakan tentang perahu, memancing, dan sungai. Dalam musik Bangladesh, Bhatiali termasuk ke dalam Prakriti-tatva (tentang alam).

Para pengumpul, komposer, dan penulis Bhatiali di antaranya adalah Miraz Ali, Ukil Munshi, Rashid Uddin. Jalal Khan, Jang Bahadur, Shah Abdul Karim dan Umed Ali. Antara tahun 1930-an dan 1950, Bhatiali mencapai puncak kejayaannya. Penyanyi Abbas Uddin membuat genre ini populer dengan lagunya Amay bhashaili re, amay dubaili re dan lagu-lagu lainnya. Pada tahun 2000-an, Malay Ganguly dan Bari Siddiki adalah dua penyanyi Bhatiali yang paling populer.

Lihat pula

Referensi

  • Niyamul Kabir Sajal, Bhatiali Naia (Bengali), Chutir Dine, Prothom Alo, 2008-04-19
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan