Senin, 19 Oktober 2026
23:55 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Betta andrei

Bagikan:
Betta andrei
Klasifikasi Ilmiah Edit this classification
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Anabantiformes
Family: Osphronemidae
Genus: Betta
Species:
B. andrei

Betta andrei [1] adalah sejenis cupang endemik di Pulau Singkep, Indonesia. Spesies ini pertama kali dipublikasikan pada Agustus 2023 oleh Heok Hui Tan, dan kemungkinan nama ikan ini diambil dari nama Andre Chandra, warga lokal yang membantunya selama bekerja di lapangan.[1]

Deskripsi

Betta andrei termasuk dalam kelompok Betta waseri yang terdiri dari sembilan spesies ikan cupang lain yang hidup di habitat lahan gambut. B. andrei memiliki pola hitam khas seperti kendi pada tenggorokannya, tidak seperti anggota kelompok lainnya. Ia juga memiliki tubuh berwarna coklat kekuningan dengan sisik berpola iridescence warna hijau-kuning dan garis-garis samar berwarna hitam di siripnya.[1]

Habitat

Betta andrei hanya ditemukan hidup pada aliran sungai kecil di Pulau Singkep, Kepulauan Riau. [1] Aliran sungai ini dikelilingi hutan gambut dan memiliki air berwarna coklat tua dengan pH 4,5. [1] Suhu air berkisar antara 24 hingga 26 °C (75 hingga 79 °F). [1] Betta andrei berbagi habitat hidupnya dengan spesies ikan lain seperti Betta pugnax (Cupang wader),Sphaerichthys osphromenoides (Gurami coklat), Hemirhamphodon pogonognathus (julung-julung), dan Trigonopoma gracile.

Konservasi

Betta andrei belum dievaluasi oleh daftar merah IUCN, akan tetapi mungkin bisa terancam oleh kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pertanian dan pembangunan. Penangkapan oleh penghobi juga bisa menjadi masalah karena belum dilindungi oleh aturan yang berlaku.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "A new species of black water fighting fish from Singkep Island (Teleostei: Osphronemidae)" (PDF). lkcnhm.nus.edu.sg. Diakses tanggal 13-09-2023.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan