Selasa, 13 Oktober 2026
21:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Beton ringan

Bagikan:

Beton ringan adalah beton yang memiliki berat isi kurang dari 1850 kg/m3 yang memakai agregat ringan atau campuran antara agregat ringan dengan pasir.[1] Beton pada umumnya memiliki berat 2400 kg/m3. Secara karakteristik, beton ringan mempunyai sifat yang sama dengan beton konvensional. Karakteristik beton ringan terdiri dari:

  1. Kuat Tekan adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila terbebani gaya tertentu atau gaya yang dihasilkan oleh mesin uji tekan aksial.[2]
  2. Modulus Elastisitas adalah kekuatan beton dalam menahan gaya-gaya lentur yang terjadi. Modulous Elastisitas berhubungan dengan sifat dari bahan pencampur dari beton itu sendiri.[3]
  3. Kuat Tarik Belah Pengujian Kuat Tarik secara langsung pada beton jarang untuk dilakukan, namun untuk dilakukan pengujian Uji Tarik Belah SK SNI 03-2491-1991 menjadi acuan utama.[3]
  4. Kuat Lentur adalah kemampuan balok beton untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu. Gaya ini diberikan pada sampel beton berbentuk balok sampai patah dan dinyatakan dalam Mega Pascal (Mpa).[3]

Referensi

  1. ↑ SNI 03-3449-1994
  2. ↑ SNI 1974:2011 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder
  3. 1 2 3 Suarnita, I Wayan (Februari 2010). "Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar". SMARTek. 8 (1): 22–33.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan