Benteng De Vijfhoek adalah benteng yang berbentuk segi lima yang merupakan cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang. [1] Perkembangan ini cukup lazim terjadi di kota- kota kolonial yang berada di pesisir pantai.
Sejarah
Benteng Vijfhoek dibuat untuk pusat pertahanan di Jawa Tengah. Hal tersebut berawal dari perjanjian antara VOC yang diwakili oleh Cornelis Speelman yang akhirnya menjadi Gubernur Jenderal (1681-1684) dengan Susuhunan Amangkurat II pada tahun 1678 di Kabupaten Jepara. [1] Benteng tersebut digunakan sebagai pengaman perdagangan dan pertahanan militer apabila diserang masyarakat sekitar. Dahulunya berlokasi di daerah Sleko,[2] tepatnya di belokan bagian utara Kali Semarang. Awalnya benteng ini terbuat dari material tanah liat, tetapi pembangunannya terhenti dan baru selesai pada tahun 1690.[1]
Kemudian pada tahun 1708 pusat pemerintah VOC berpindah dari Jepara ke Semarang. Keberlanjutan perencanaan benteng militer disetujui oleh pemerintah pusat kerajaan Belanda dengan gambar berbentuk segi lima yang lebih sempurna dan mengunakan dinding batu kali.[1]
Referensi
- 1 2 3 4 Krisprantono (2009). "MENCARI JEJAK BENTENG 'DE VIJFHOEK' DI KOTA LAMA SEMARANG MELALUI PENDEKATAN SEJARAH". AMERTA (dalam bahasa Inggris). 27 (1): 44–60. ISSN 2549-8908.
- ↑ Septiawan, Firmanda Dwi (2022). "Sejarah Salah Satu Kota Kolonial di Jawa Tengah "Semarang"". Heuristik: Jurnal Pendidikan Sejarah. 2 (1): 7–12.