Jumat, 30 Oktober 2026
20:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bendera Kesultanan Utsmaniyah

Bendera Kesultanan Utsmaniyah

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:

Kesultanan Utsmaniyah
250px-Flag_of_the_Ottoman_Empire_%281844%E2%80%931922%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Bendera Bintang dan Bulan sabit
Pemakaian Bendera dan bendera kapal nasional Simbol vexillologis kecil atau piktogram berwarna hitam putih yang menunjukkan perbedaan penggunaan bendera
Perbandingan 2:3
Dipakai 1844
Rancangan Bendera Merah dengan Bintang dan Bulan sabit putih .
250px-Flag_of_the_Ottoman_Empire_%28eight_pointed_star%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Varian bendera bendera nasional Kesultanan Utsmaniyah
Nama Bendera Bintang dan Bulan sabit
Pemakaian Bendera negara dan perang; bendera kapal negara dan perang Simbol vexillologis kecil atau piktogram berwarna hitam putih yang menunjukkan perbedaan penggunaan bendera
Perbandingan 2:3
Dipakai 1793

Sepanjang berdirinya, Kesultanan Utsmaniyah menggunakan berbagai bendera, terutama untuk bendera kapal angkatan laut. Bintang dan bulan sabit mulai digunakan pada paruh kedua abad ke-18. Sebuah buyruldu (keputusan) dari tahun 1793 mengharuskan kapal-kapal Angkatan Laut Utsmaniyah menggunakan bendera merah dengan bintang dan bulan sabit berwarna putih. Pada tahun 1844, versi bendera dengan bintang berujung lima, secara resmi diadopsi sebagai bendera nasional Utsmaniyah. Keputusan untuk mengadopsi bendera nasional adalah bagian dari reformasi Tanzimat yang bertujuan untuk memodernisasi negara Utsmaniyah sejalan dengan hukum dan norma-norma kontemporer setara lembaga negara-negara Eropa.

Desain bintang dan bulan sabit kemudian menjadi elemen umum dalam bendera nasional negara-negara penerus Utsmaniyah pada abad ke-20. Bentuk bendera Turki pada dasarnya sama dengan bendera Utsmaniyah, tapi memiliki standardisasi hukum yang lebih spesifik (mengenai ukuran, proporsi geometris dan gradasi warna merah) yang diperkenalkan dengan Undang-undang Bendera Turki pada 1936. Sebelum standardisasi hukum, bintang dan bulan sabit dapat memiliki posisi dan rasio yang sedikit berbeda tergantung pada pemakaian.

Bendera awal

Tentara Utsmaniyah pra-modern menggunakan ekor kuda atau tugh sebagai panji perang daripada bendera, panji tersebut tetap digunakan bersama bendera sampai abad ke-19. Bendera perang mulai umum digunakan pada abad ke-16. Selama abad 16 dan 17, bendera perang Utsmaniyah sering digambarkan dengan pedang Zulfiqar bercabang dua, yang sering disalah artikan dalam literatur Barat sebagai gunting. Museum Topkapi menunjukkan bendera Zulfiqar telah digunakan oleh Sultan Selim I yang memerintah tahun 1512-1520.[1]

Simbol bulan sabit dalam bendera sudah digunakan di Tunisia dari sejak abad ke-14, jauh sebelum Tunisia jatuh di bawah kekuasaan Utsmaniyah pada tahun 1574. Tapi bulan sabit sebagai simbol juga memiliki keterkaitan dengan militer Utsmaniyah pada abad ke-14[1] dan juga selama ribuan tahun dengan kota Konstantinopel,[2][3] yang kelak menjadi ibu kota Utsmaniyah setelah penaklukannya pada tahun 1453. Museum Angkatan Laut Spanyol di Madrid menyimpan dua bendera angkatan laut Utsmaniyah bertanggal 1613; keduanya memiliki ujung sisi ekor burung walet, satu berwarna hijau dengan bulan sabit putih di dekat kerekan, yang satunya berwarna putih dengan dua garis merah dekat tepi bendera dan bulan sabit merah di dekat kerekan.[4]

  • Variasi bendera and tugh Utsmaniyah pada Pengepungan Szigetvár tahun 1566
    Variasi bendera and tugh Utsmaniyah pada Pengepungan Szigetvár tahun 1566
  • Panji merah polos pada rombongan Sultan, lukisan Lambert de Vos tahun 1574
    Panji merah polos pada rombongan Sultan, lukisan Lambert de Vos tahun 1574
  • Bendera Zulfiqar biasanya digunakan pada abad ke-16 dan ke-17. Desain serupa yang digunakan oleh Selim I pada 1510an.
    Bendera Zulfiqar biasanya digunakan pada abad ke-16 dan ke-17. Desain serupa yang digunakan oleh Selim I pada 1510an.
  • Bendera Zulfiqar selama Pertempuran Guruslău pada tahun 1601
    Bendera Zulfiqar selama Pertempuran Guruslău pada tahun 1601
  • Contoh bendera Zulfiqar pada abad ke-19.
    Contoh bendera Zulfiqar pada abad ke-19.
  • Bendera Tentara Utsmaniyah pada masa pemerintahn Selim I (m. 1512–1520).
    Bendera Tentara Utsmaniyah pada masa pemerintahn Selim I (m. 1512–1520).

Bendera Bintang dan Bulan Sabit

Setelah penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453, simbol bulan sabit dan bintang mulai digunakan pada bendera bangsa Turki. Bendera Utsmaniyah pada awalnya berwarna hijau, tetapi kemudian bendera tersebut diubah menjadi merah pada dekrit tahun 1793 dan sebuah bintang berujung delapan ditambahkan.[5] Versi merah dari bendera tersebut telah tersebar di mana-mana pada masa pemerintahan Selim III.[6] Sedangkan bintang berujung lima baru muncul pada tahun 1840-an.[5]

Dengan reformasi Tanzimat pada abad ke-19, bendera didesain ulang dengan gaya Eropa saat itu. Bendera Angkatan Laut Utsmaniyah menggunakan warna merah, karena bendera merah untuk institusi pemerintahan (Wangsa Utsmaniyah) dan bendera hijau untuk institusi keagamaan (Kekhalifaan Utsmaniyah). Ketika reformasi menghapus semua bendera ataupun panji pashalik, beylik dan emirat Utsmaniyah, digantikan satu bendera nasional Utsmaniyah. Hasilnya adalah bendera merah dengan bulan sabit putih dan bintang, yang merupakan cikal bakal bendera modern Turki. Setelah berdirinya Republik Turki pada tahun 1923, pemerintah mempertahankan bendera terakhir Kesultanan Utsmaniyah. Standardisasi proporsional diperkenalkan dalam Undang-undang Bendera Turki (bahasa Turki:Türk Bayrağı Kanunu) pada 29 Mei 1936.[7]

  • Bendera bulan sabit dan tugh pada Pengepungan Coron , Perang Morea tahun 1685
    Bendera bulan sabit dan tugh pada Pengepungan Coron , Perang Morea tahun 1685
  • "Bendera Turki Biru", terlihat sekitar tahun 1780
    "Bendera Turki Biru", terlihat sekitar tahun 1780
  • "Bendera Turki Ungu", juga digunakan sekitar tahun 1780-an
    "Bendera Turki Ungu", juga digunakan sekitar tahun 1780-an
  • Panji Turki dalam Bowles's Universal Display of the Naval Flags of all Nations, 1783
    Panji Turki dalam Bowles's Universal Display of the Naval Flags of all Nations, 1783
  • Bendera bulan sabit selama perang dengan Austria pada tahun 1788. Ini adalah sisi sebaliknya; tanduk bulan sabit karena itu menunjuk ke arah kerekan (kebalikan dari bendera nasional)
    Bendera bulan sabit selama perang dengan Austria pada tahun 1788. Ini adalah sisi sebaliknya; tanduk bulan sabit karena itu menunjuk ke arah kerekan (kebalikan dari bendera nasional)
  • Bendera Nasional bintang berujung delapan, digunakan 1793–1844
    Bendera Nasional bintang berujung delapan, digunakan 1793–1844
  • Deklarasi Revolusi Turki Muda pada tahun 1908 oleh para pemimpin millet Utsmaniyah, tampak sepasang bendera Utsmaniyah
    Deklarasi Revolusi Turki Muda pada tahun 1908 oleh para pemimpin millet Utsmaniyah, tampak sepasang bendera Utsmaniyah
  • Pasukan Utsmaniyah dengan varian bendera militer selama Perang Balkan
    Pasukan Utsmaniyah dengan varian bendera militer selama Perang Balkan
  • Para Şeyhülislam mendeklarasikan Perang Suci melawan Blok Etente in 1914, tampak Bendera Utsmaniyah pada podium
    Para Şeyhülislam mendeklarasikan Perang Suci melawan Blok Etente in 1914, tampak Bendera Utsmaniyah pada podium
  • Angkatan Laut Utsmaniyah pada kartu pos Perang Dunia I, dengan gambar Sultan Mehmed V
    Angkatan Laut Utsmaniyah pada kartu pos Perang Dunia I, dengan gambar Sultan Mehmed V

Panji kesultanan

Panji kesultanan ditampilkan Tughra Sultan, sering kali dengan latar belakang merah terang. Panji yang digunakan oleh Khalifah terakhir, Abdul Mejid II (19 November 1922 – 3 Maret 1924) terdiri dari bendera hijau dengan bintang dan bulan sabit berwarna putih, latar belakang oval merah dengan ornamen bergaris putih.[8]

  • Panji Kesultanan Utsmaniyah
    Panji Kesultanan Utsmaniyah
  • Panji Angkatan Laut Kesultanan Utsmaniyah
    Panji Angkatan Laut Kesultanan Utsmaniyah
  • Panji yang digunakan oleh Tentara Utsmaniyah pada tahun 1900
    Panji yang digunakan oleh Tentara Utsmaniyah pada tahun 1900
  • Panji Khalifah Abdul Mejid II
    Panji Khalifah Abdul Mejid II

Lihat pula

Catatan

  1. 1 2 Ramchandani 2000, hlm. 373.
  2. ↑ Chwalkowski 2016, hlm. 85, Kota Byzantium, juga dikenal sebagai Konstantinopel dan di zaman modern sebagai Istanbul, didedikasikan untuk Diana, dewi perburuan dan bulan sabit adalah simbol Diana. Pada 330 M, Kaisar Konstantin mendedikasikan kembali kota itu kepada Perawan Maria, yang simbol bintangnya ditambahkan ke bulan sabit sebelumnya. Ketika Turki menguasai Konstantinopel, mereka menemukan banyak bendera bulan sabit dan mengadopsi bulan sabit sebagai simbol Kekaisaran Ottoman sekitar tahun 1453 M.
  3. ↑ Bordeleau 2013, hlm. 233.
  4. ↑ Karyasu 2006.
  5. 1 2 Marshall 2016, hlm. 117. sfn error: tanpa target: CITEREFMarshall2016 (bantuan)
  6. ↑ Korpulu 1992, hlm. 249. sfn error: tanpa target: CITEREFKorpulu1992 (bantuan)
  7. ↑ Türk Bayrağı Kanunu 1936. sfn error: tanpa target: CITEREFTürk_Bayrağı_Kanunu1936 (bantuan)
  8. ↑ Le Gras 2013. sfn error: tanpa target: CITEREFLe_Gras2013 (bantuan)

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Flags of the Ottoman Empire.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan