Kamis, 15 Oktober 2026
21:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Bendera Tibet

Bendera Tibet

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:

Tibet
250px-Flag_of_Tibet.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemakaian Bendera sipil dan negara dan bendera kapal nasional
Perbandingan 5:8
Dipakai 1916;110 tahun lalu (1916)
Rancangan Dua singa salju memegang sebuah permata biru, putih, dan oranye yang menyala dan sebuah simbol yin dan yang biru dan oranye pada sebuah gunung putih dengan sebuah matahari emas terbit di atasnya, semuanya 12 sinar merah dan biru bergantian dengan sebuah batas emas di sekeliling sisi atas, bawah, dan kerekan bendera.

Bendera Tibet, juga dikenal sebagai "bendera singa salju" (gangs seng dar cha),[1] adalah bendera nasional Tibet dari tahun 1916 hingga 1951.[2] Bendera ini disetujui oleh Dalai Lama ke-13 pada tahun 1916.[3] Dilarang oleh pemerintah Tiongkok sejak tahun 1959, bendera tersebut belum digunakan secara resmi oleh wilayah mana pun di dunia sejak tahun 1951; tetapi digunakan oleh Pemerintahan Tibet dalam Pengasingan, yang berpusat di Dharamsala, India.[2]

Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menganggapnya sebagai simbol separatisme, tetapi Dalai Lama, pemimpin spiritual pemerintah Tibet dalam pengasingan, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir bahwa dia berharap Tibet akan mencapai otonomi sejati dan tidak akan meminta kemerdekaan. Dia yakin bahwa simbolisme bendera tersebut mirip dengan bendera regional Hong Kong dan tidak mewakili gerakan kemerdekaan Tibet, tetapi konsep mengejar kebebasan beragama dan mengejar kesetaraan nasional dan saling menghormati.

Desain dan penggunaan awal

330px-Bundesarchiv_Bild_135-S-11-07-17%2C_Tibetexpedition%2C_Milit%C3%A4rparade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tentara Tibet melambaikan bendera Tibet dalam sebuah parade militer di Lhasa, 1938.

Pada Februari 1913, tidak lama setelah kejatuhan Dinasti Qing, Dalai Lama ke-13, pemimpin politik dan spiritual Tibet, menyatakan kemerdekaan dari Tiongkok dan mulai memodernisasi tentara Tibet.[4] Pada tahun 1916, bendera nasional yang baru disetujui oleh Dalai Lama dan seluruh resimen tentara diperintahkan untuk membawa bendera tersebut dalam bentuknya yang sekarang.[5]

330px-Mahatma_Gandhi_speaks_at_the_1947_Asian_Relations_Conference%2C_Delhi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua delegasi Tibet (kanan depan) selama Konferensi Hubungan Asia di Delhi tahun 1947 ketika Mahatma Gandhi berbicara (paling kiri). Sebuah versi melingkar bendera Tibet terlihat di depan mereka bersama dengan bendera negara-negara peserta lainnya.

Selain dibawa oleh tentara Tibet, bendera tersebut dipajang di gedung-gedung publik pemerintah Ganden Phodrang. Rekaman bersejarah menunjukkan bendera sedang berkibar di kaki Istana Potala, tempat pemerintahan Dalai Lama di Tibet.[6] Motif singa salju juga digunakan pada bendera yang dilihat oleh diplomat Inggris, Sir Eric Teichman, yang berkibar di atas gedung pemerintah Tibet selama permusuhan tahun 1917-1918 antara Sichuan dan Tibet: "Di atas kediaman Kalon Lama ... berkibar panji-panji Tibet, sebuah bendera kuning yang memiliki sebuah lambang seperti seekor singa berwarna hijau, dengan sebuah gunung salju putih dan sebuah matahari dan bulan di sudut."[7]

250px-Die_Schweiz_f%C3%BCr_Tibet_-_Tibet_f%C3%BCr_die_Welt_-_GSTF_Solidarit%C3%A4tskundgebung_am_10_April_2010_in_Z%C3%BCrich_IMG_5703.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalai Lama ke-14 bersama bendera Tibet di Zurich, Swiss 10 April 2010

Di luar Tibet, bendera tersebut ditampilkan dalam publikasi oleh pemerintah asing, jurnal akademik, dan dalam karya-karya penting secara politik dan budaya hingga tahun 1959.[8] Lahir pada tahun 1912, tahun Tikus Air, Gyalten Namgyal merupakan penjahit untuk Dalai ke-13 dan ke-14. Dia berkata, "Ketika saya berumur empat belas tahun, Dalai Lama memutuskan bahwa dia ingin sebuah bendera nasional Tibet dibuat, dan mendesainnya sendiri. Ketika sebuah prototipe disetujui dan bendera pertama ditugaskan untuk dibuat, saya adalah orang yang akan melaksanakan pekerjaan itu."[9] Penampilan internasional resmi pertamanya adalah dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh Komando Angkatan Laut Kementerian Pertahanan Jerman, "Flaggenbuch" pada tahun 1926.[10] Kemudian ia ditampilkan dalam publikasi resmi Mahkota Britania pada tahun 1930, "Drawing of The Flags of All Nations."[11] Ia juga ditampilkan dalam majalah National Geographic dalam edisi "Flags of the World" tahun 1934. Keterangan yang bertuliskan, "Tibet.- Dengan gunung salju yang menjulang tinggi, di hadapannya berdiri dua singa yang berjuang untuk sebuah permata menyala, bendera Tibet adalah salah satu bendera yang paling khas di Timur."[12] Mulai tahun 1928, gambar-gambar bendera Tinet juga diterbitkan secara luas oleh perusahaan-perusahaan di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Oseania dalam koleksi bendera nasional dalam berbagai bentuk kartu koleksi.[13]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Goldstein, Melvyn C. (2009). A History of Modern Tibet: The Calm Before the Storm: 1951-1955. Vol. 2. University of California Press. hlm. 203.
  2. 1 2 Administration, Central Tibetan. "The Tibetan National Flag". Diakses tanggal 25 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Dundul Namgyal Tsarong (10 Oktober 2000). In the Service of His Country: The Biography Of Dasang Damdul Tsarong Commander General Of Tibet. Shambhala. hlm. 51. ISBN 978-1-55939-981-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Sheel, R. N. Rahul. "The Institution of the Dalai Lama". The Tibet Journal, Vol. XIV No. 3. Autumn 1989, pp. 20.
  5. ↑ Tsarong, p. 51.
  6. ↑ Cruickshank, Dan (Director) (November 15, 2006). The Lost World of Tibet (Motion picture). Tibet: British Broadcasting Corporation (BBC), Cruickshank. Terjadi di 38:16.{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Teichman, Eric, Sir (1922). Travels of a consular officer in Eastern Tibet. London: Cambridge University Press. hlm. 116. Diakses tanggal 23 Maret 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Flag, Tibetan. "Tibetan Flag in Reference Books". Diakses tanggal 10 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Johnson, Sandy (1996). "Palace Intrigues". Ditulis oleh New York. The Book of Tibetan elders : Life Stories and Wisdom from the Great Spiritual Masters of Tibet. New York, NY: Riverhead Books. hlm. 66. ISBN 9781573226073. OCLC 34191822. When I was fourteen, the Dalai Lama decided he wanted a Tibetan national flag made, and designed it himself. When a prototype was approved and the first flag commissioned, I was the one to execute the work.
  10. ↑ Marineleitung, Germany (1926). Flaggenbuch. Berlin: Druck und Verlag der Reichsdruckerei.
  11. ↑ Admiralty, By Authority (1930). Drawings of the Flags of All Nations. London: His Majesty’s Stationery Office.
  12. ↑ Grosvenor, Gilbert; Showalter, William J. (September 1934). "Flags of the World". The National Geographic Magazine. LXVI – No. 3. Washington, D.C.: National Geographic Society.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Gulotta, Nick; Yangzom, Dicky. "Tibet on the Cards of History: Revisiting the Tibetan National Flag". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-01. Diakses tanggal 23 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Flags of Tibet.
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan