Minggu, 25 Oktober 2026
21:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Ben Kiernan

Bagikan:

Benedict F. "Ben" Kiernan (kelahiran 1953 di Melbourne) adalah Profesor Sejarah Whitney Griswold, Profesor Kajian Lapangan dan Mancanegara dan Kepala Program Kajian Genosida di Universitas Yale.

Biografi

Pada awal usia dua puluh tahunan, Kiernan mengunjungi Kamboja namun hengkang sebelum Khmer Merah mengusir seluruh warga asing pada 1975. Meskipun ia tampaknya meragukan skala genosida pada zaman Kamboja Demokrat, ia mengubah pikirannya pada 1978[1][2][3] setelah permulaan serangkaian wawancara dengan ratusan pengungsi asal Kamboja. Ia mempelajari bahasa Khmer, melakukan riset di Kamboja dan para pengungsi di luar negeri, dan menulis beberapa buku tentang topik tersebut.

Daftar pustaka pilihan

Referensi

  1. ↑ Kiernan, Benedict (17 November 1978). "Why's Kampuchea Gone to Pot?". Nation Review (Melbourne).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Kiernan, Benedict (Oktober–Desember 1979). "Vietnam and the Governments and People of Kampuchea". Bulletin of Concerned Asian Scholars.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Shawcross, William (1984). The Quality of Mercy – Cambodia, Holocaust and Modern Conscience. Simon and Schuster, New York. ISBN 0-671-44022-5.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan