Senin, 26 Oktober 2026
14:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Belut dan Ular

Belut dan Ular

Bagikan:
250px-Anguilla_et_serpens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi fabel dalam kumpulan Fabel Aesop karya Gabriele Faerno, 1590

Fabel Belut dan Ular dibuat oleh Laurentius Abstemius dalam Hecatomythium (1490).[1] Versi-versi dari cerita tersebut muncul dalam beberapa bahasa Eropa pada masa setelahnya dan dalam kumpulan-kumpulan cerita yang dikaitkan dengan Fabel Aesop.

Fabel dan versi-versinya

Fabel tersebut berisi pembicaraan antara belut dan ular. Belut mengamati bahwa mereka kedua tampak mirip dan merasa heran kenapa manusia menangkap dirinya dengan sekuat tenaga sementara mereka enggan mendekati ular. Ular mejawab bahwa tak ada orang yang berniat untuk melukainya dengan pergi menjauh agar tak terluka dan kesimpulan digambarkan bahwa orang-orang menjauhi hal yang melukainya dan mendekati hal yang tak melukainya.[2]

Fabel tersebut ditulis dalam prosa Latin dan kemudian dikisahkan ulang dalam bait Latin dalam Centum Fabulae (1563) karya Gabriele Faerno[3] dan tak lama setelah itu dalam bait Italia dalam Cento Favole Morali (Venesia 1570) karya Giovanni Maria Verdizotti,[4] kedua sumber tersebut mengambil kebanyakan isinya dari sumber-sumber Aesopian. Versi-versi prosa Inggris awal muncul dalam Mythologia ethica, or Three centuries of Æsopian fables (1688) karya Philip Ayres,[5] dan diatributkan kepada Abstemius dalam Fables (1692) karya Roger L'Estrange dan di Amerika Serikat dalam An Argosy of Fables (New York 1921).[6]

Cerita tersebut juga populer di belahan Eropa lainnya dan dikisahkan ulang dalam berbagai versi dalam bahasa Jerman oleh Johann Wilhelm Ludwig Gleim[7] dan Friedrich Schiller.[8]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan