Kamis, 29 Oktober 2026
18:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Belanda Austria

Belanda Austria

Bagikan:
Belanda Austria
Österreichische Niederlande
Oostenrijkse Nederlanden
Belgium Austriacum
1714–1797
Semboyan: Alles Erdreich ist Österreich untertan[1]
"Seluruh dunia tunduk kepada Austria"
250px-Austrian_Netherlands_1789.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belanda Austria pada tahun 1789.
StatusProvinsi Austria
Negara bagian Kekaisaran Romawi Suci
Ibu kotaBrussels
Bahasa umumJerman, Belanda, Latin
Agama Katolik Roma
PemerintahanGovernorat
Gubernur 
• 1716–1724
Francis Eugene (pertama)
• 1793–1794
Karl Ludwig (terakhir)
Plenipotentiary 
• 1714–1716
Lothar Dominik (pertama)
• 1793–1794
Franz Karl (terakhir)
Era SejarahAbad Pencerahan
7 Maret 1714
8 November 1785
1789–1790
18 September 1794
1797
Mata uangKronenthaler
Didahului olehDigantikan oleh
Belanda Spanyol
Belgia Serikat
Belgia Serikat
Republik Prancis Pertama

Belanda Austria (bahasa Jerman:Österreichische Niederlande; bahasa Belanda:Oostenrijkse Nederlanden; bahasa Latin:Belgium Austriacum) adalah periode ketika Monarki Habsburg menguasai Belanda Selatan dari tahun 1714 hingga 1795. Wilayah Belanda Austria meliputi Belgia barat dan Luksemburg raya; kedua wilayah tersebut dipisah oleh Keuskupan-Pangeran Liège. Bahasa yang dituturkan di wilayah ini adalah bahasa Jerman (termasuk bahasa Luksemburg), Belanda, Vlaams, dan bahasa Latin, bersamaan dengan bahasa Picard dan Walloon.

Pada tahun 1794, tentara Revolusi Prancis merebut wilayah ini dari Habsburg. Austria baru mencabut klaimnya atas provinsi ini setelah ditandatanganinya Traktat Campo Formio pada tahun 1797.

Catatan kaki

  1. ↑ Heinz-Dieter Heimann: Die Habsburger. Dynastie und Kaiserreiche. ISBN 3-406-44754-6. hlm.38-45

Referensi

  • Heinrich Benedikt. Als Belgien österreichisch war. Herold, Vienna, 1965.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan