Minggu, 27 September 2026
21:06 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Beladau

Beladau adalah senjata tradisional jenis tusuk asal Indonesia yang ditemukan dalam budaya masyarakat Riau. Senjata ini berupa pisau belati yang tajam di satu sisi. yang membuat beladau ini berbeda dengan pisau belati pada umumnya adalah beladau cenderung memiliki kelengkungan di pangkal pegangannya, sehingga gagang lebih mudah dipegang dan didorong saat digunakan. Sesuai dengan panjangnya yang hanya 24 cm, senjata tradisional Riau satu ini kerap digunakan sebagai sarana perlindungan diri dari serangan jarak dekat.[1][2]

Beladau merupakan senjata yang berukuran kecil yang dapat dikatakan mirip dengan belati. Akan tetapi, senjata ini mempunyai bentuk yang melengkung hingga ke ujungnya. Hampir sama dengan badik tumbuk lada, senjata yang satu ini biasanya digunakan untuk menyerang musuh dari jarak dekat. Karena ukurannya yang tidak terlalu besar, beladau termasuk ke dalam senjata tradisional yang sangat praktis dan mudah untuk dibawa kemana saja. Senjata yang dibuat dari campuran bahan berupa besi yang berkualitas ini bisa digunakan untuk melindungi diri dari situasi yang genting.[3]

Jenis

Perlu diketahui bahwa beladau ini dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah beladau yang memiliki satu sisi bagian yang tajam. Jenis beladau ini memiliki sisi tajam yang berada di bagian dalam. Maka dari itu, senjata tradisional yang satu ini sangat cocok untuk digunakan menyabet ataupun menggorok musuh. Sementara jenis yang kedua adalah beladau dengan dua sisi tajam, Tak hanya bisa digunakan untuk menggorok ataupun menyabet serta menyayat musuh, jenis beladau yang satu ini juga bisa digunakan untuk menusuk musuh.[3]

Ciri khas

Beladau memiliki ciri khas berupa bilah yang melengkung dengan ujung yang runcing. Senjata tersebut terbuat dari logam, seringkali dihiasi dengan ukiran atau ornamen. Pegangan atau gagang Beladau biasanya terbuat dari bahan yang kuat, seperti kayu atau tanduk hewan, dan sering diukir dengan motif-motif tradisional yang khas. Gagang Beladau tersambung pada besi berbentuk bulat dari bilah beladau. Pangkal yang bulat tersebut kemudian tersambung ke bilah Beladau yang lebih lebar dan pipih, konstruksi tersebut membuat beladau sulit dicabut saat telah tertancap di badan lawan.[4][5]

Beladau digunakan dalam berbagai kegiatan oleh masyarakat Riau. Selain sebagai senjata pertahanan diri, Beladau juga digunakan dalam berburu dan sebagai alat serbaguna dalam kehidupan sehari-hari. Senjata ini juga sering digunakan dalam upacara adat, pernikahan, dan festival budaya. Baladau melambangkan kehormatan, keberanian, dan ketangguhan.[4]

Referensi

  1. ↑ "Beladau Senjata Tradisional Riau (Pekanbaru) Melayu » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-11-03.
  2. ↑ Amelia, Amanda. "4 Senjata Tradisional Panglima Perang Kerajaan Melayu di Riau". detiksumut. Diakses tanggal 2025-11-03.
  3. 1 2 "Senjata Tradisional Riau dan Fungsinya". Best Seller Gramedia. 2022-04-05. Diakses tanggal 2025-11-03.
  4. 1 2 "7 Senjata Tradisional Riau, Ada Pistol hingga Pedang Panjang". www.orami.co.id. 2023-11-02. Diakses tanggal 2025-11-03.
  5. ↑ Silmi Nurul Utami, Serafica Gischa (18-05-2021). "Apa Senjata Khas Riau?". KOMPAS.com. Diakses tanggal 03-11-2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan