Jumat, 30 Oktober 2026
19:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bejanggeran

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Mei 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Bejanggeran" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2025)
Artikel ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

[1]Tradisi Bejanggeran di Lombok Timur

Tradisi Bejanggeran yang masih dilestarikan oleh masyarakat suku Sasak di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, menjadi sorotan dalam kajian ini karena dampaknya yang signifikan terhadap karakter remaja. Sebagai bagian dari upacara Begawe yang diadakan untuk berbagai acara seperti pernikahan dan khitanan, Bejanggeran sering kali diiringi dengan pertunjukan seni yang menarik. Namun, meskipun tradisi ini sangat digemari, pelaksanaannya sering kali disertai perilaku yang kurang pantas, seperti tarian yang bersifat erotis, konsumsi minuman keras, dan kericuhan di antara penonton, yang dapat memengaruhi perilaku remaja secara negatif. Di sisi lain, tradisi ini juga memiliki dampak positif, seperti menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat tali silaturahmi, dan memberikan pengetahuan tentang kearifan lokal kepada remaja yang terlibat. Oleh karena itu, penting bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa untuk berkolaborasi dalam meminimalisir dampak buruk dari tradisi ini. Dengan memberikan pendidikan yang baik, mengatur pelaksanaan tradisi, dan melibatkan remaja dalam kegiatan positif, diharapkan karakter remaja dapat terbentuk dengan baik meskipun mereka terpapar pada sisi negatif dari tradisi Bejanggeran.

Referensi

  1. ↑ Saputra, Anggun Anggita; Sumardi, Lalu; Alqadri, Bagdwansyah; Zubair, Muh (2024). "TRADISI BEJANGGERAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KARAKTER REMAJA : STUDI DESA KESIK KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR" (PDF). Jurnal Inovasi Pendidikan IPS. 4 (03): '285-296'.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan