Jumat, 30 Oktober 2026
03:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Becak dayung

Becak dayung

Bagikan:
250px-Becakdayung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Becak dayung di kota Medan
250px-Becakdayung3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Becak yang sedang mengangkut penumpang

Becak dayung adalah becak tidak bermotor di kawasan Sumatra bagian utara yang didayung oleh pengemudinya. Berbeda dengan becak di Jawa, dan pulau-pulau lain di Indonesia karena pengemudinya berada di samping becak bukan di belakang seperti pada umumnya. Becak seperti ini juga ditemukan di Singapura dan Semenanjung Malaysia.

Becak dayung secara perlahan digantikan oleh becak mesin karena beberapa alasan:

  • jarak tempuh yang relatif tidak jauh, sehingga lebih cocok untuk perjalanan di lingkungan perumahan,
  • tidak dapat digunakan di lingkungan yang ada tanjakannya,
  • dianggap sebagai angkutan yang tidak manusiawi,
  • mengganggu kelancaran lalu lintas karena kecepatannya yang rendah terutama di kawasan yang padat.

Tetapi di samping itu, ada hal yang positif dari becak dayung:

  • ramah lingkungan karena merupakan angkutan yang tidak menimbulkan polusi emisi gas buang,
  • menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tidak terlatih. Di daerah pesisir pada musim angin para nelayan yang tidak melaut mereka menarik becak, demikian juga di daerah pertanian pada saat kegiatan pertanian sedang tidak ada banyak petani yang menggunakan waktu luangnya untuk menarik becak.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan