Sabtu, 10 Oktober 2026
22:16 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Bebegig

Bebegig

jenis topeng dari Jawa Barat, Indonesia

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.

Bebegig merupakan representasi penjaga lingkungan alam sekitar.[1] Bebegig berkaitan erat dengan wilayah sebelah Utara Desa Sukamantri,yang disebut Tawang Gantungan, sebuah bukit dengan hutan larangan yangmasih dianggap keramat dan angker. Wilayah ini oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai bekas kerajaan. Orang yang berkuasa di wilayah Tawang Gantungan pada waktu itu adalah Prabu Sampulur, yang dikenal sakti dan juga cerdik. Untuk menjaga dari gangguan orang yang punya niat jahat, dibuatlah topeng-topeng dari kulit kayu yang sedemikian rupa menyerupai wajah yang menyeramkan. Konon, karena kesaktian Prabu Sampulur bila ada orang yang berniat jahat melihat topeng tersebut seolah-olah melihat makhluk tinggi besar menyeramkan dan membuat takut orang itu. Terdapat versi lain tentang kesejarahan bebegig. Konon bebegig ini berawal pada masa Kerajaan Sunda yang hendak menikahkan Putri Dyah Pitaloka dengan Raja Hayam Wuruk saat di Lapangan Bubat. Namun disaat menunggu kedatangan rombongan Kerajaan Majapahit, rombongan Kerajaan Sunda diserang oleh prajurit bertopeng yang keluar dari hutan. Sehingga terjadilah Perang Bubat. Tata cara seni pertunjukan bebegig: sebelum bebegig dibuat, para pemain berdoa terlebih dahulu, kemudian berangkat ke Gunung Karang Gantungan untuk mengambil bahan-bahan untuk pembuatan bebegig, antara lain: ijuk, bubuay, daun waregu. Pertunjukan Bebegig Sukamantri dibagi menjadi empat bagian, yaitu (1) perkakas yang digunakan untuk membuat bebegig; (2) Grup seni pertunjukan bebegig Sukamantri “Baladdewa”; (3) pelaksanaan acara helaran bebegig Sukamantri; (4) Lagu-lagu yang dibawakan dalam bebegig Sukamantri adalah Papalayon, Wawaledan, Banjaran, Palangsiang, Kembang Beureum, Deungkleung Déngdék, Kembang Tanjung, dan Rayak-rayak. Fungsi sosial bebebig adalah mempererat persatuan dan kesatuan dalam menjaga, melestarikan, mengembangkan potensi daerah, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap jatidiri kepribadian budaya lokal. Bebegig Sukamantri memiliki bentuk seperti buta (raksasa) dengan makna simbolik sebagai ikon latar belakang wilayah setempat. Bebegig Sukamantri ini sebagian bahannya menggunakan pohon kawung (Aren). Bagi masyarakat empunya budaya, pohon Kawung dimaknai digunakan karena semua bagian dari pohon tersebut bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia.

250px-Bebegig_%28Scarecrow%29_Costume_from_Ciamis%2C_West_Java%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bebegig
Warisan Budaya Tak Benda Propinsi Jawa Barat
Kriteria Rincian
Domain Budaya: Seni Pertunjukan
Lokasi Persebaran: Desa Campaka, Kecamatan

Sukamantri, Kabupaten Ciamis

Maestro: Cucu Panji Suherman (Dusun

Campaka, Kecamatan Sukamantri, Ciamis);

Tarmedi (Dusun Dangdeur, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Ciamis);

Upung Purwata (Dusun Sukamantri 2, Kecamatan Sukamantri, Ciamis)

Kondisi Budaya: Sedang Berkembang

Referensi

  1. ↑ Palusen dkk., Dais Dharmawan (2018). Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2018. Jakarta, Indonesia: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebuudayaan. hlm. 135.{{cite book}}: line feed karakter dalam |publisher= pada posisi 40
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan