Minggu, 11 Oktober 2026
01:29 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Beban ganda

Beban ganda

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Mei 2025)
250px-Bundesarchiv_Bild_183-Z0217-004%2C_Thalheim%2C_Besuch_im_Betrieb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beban ganda adalah kondisi ketika seseorang harus menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus tanggung jawab rumah tangga atau pengasuhan anak. Berkas ini menampilkan Monika Herfuhrt bersama putranya Andre saat mengunjungi rekan-rekan perempuannya di tempat kerja di Thalheim, Jerman Timur. Keterangan foto menyebutkan bahwa setelah menjalani tahun pertama setelah kelahiran bayi (Babyjahr), Monika akan kembali berkeja di tempat tersebut. Berkas ini dibuat oleh Wolfgang Thieme.

Beban ganda merupakan beban pekerjaan yang diterima seseoang lebih banyak. Seseorang melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang. Namun, dalam beban ganda seseorang harus mengerjakan pekerjaan tanpa mendapatkan uang. Fenomena ini sering ditemukan dalam pasangan rumah tangga, beban kerja yang dikerjakan satu jenis kelamin lebih banyak dari jenis kelamin lainnya.

Beban ganda sering kali dialami oleh perempuan, perempuan melakukan pekerjaan yang lebih banyak daripada laki-laki. Perempuan melakukan dua pekerjaan sekaligus yaitu domestik dan transisi. Pada peran domestik, perempuan melakukan pekerjaan rumah, misalnya memasak, mencuci, serta harus mengurus anak dan suami. Sedangkan peran transisi, perempuan juga turut serta dalam pekerjaan di luar rumah untuk membantu suami dalam mencari nafkah.[1]

Bentuk Ketidakadilan Gender

Beban Ganda termasuk kedalam bentuk ketidakadilan gender yang banyak dialami perempuan. Pada budaya patriarki, perempuan dianggap sebagai masyarakat domestik, masyarakat kelas dua, sedangkan laki-laki menjadi masyarakat publik, yang tugasnya berfokus mencari nafkah. Perempuan secara mutlak menjadi ibu rumah tangga untuk melakukan pekerjaan rumah, mengurus anak, dan suami. Tidak jarang, perempuan setelah menyelesaikan pekerjaan domestik juga harus menjalankan pekerjaan publik, dengan bekerja diluar rumah untuk membantu suami mencari nafkah. Laki-laki hanya berfokus pada pekerjaan publik, bahkan untuk dirinya sendiri juga harus dibantu oleh perempuan yaitu sang istri.[1]

Referensi

  1. 1 2 Hidayati, Nurul (Desember 2015). "BEBAN GANDA PEREMPUAN BEKERJA (Antara Domestik dan Publik)". Muwazah. 7 (2): 110–111.{{cite journal}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 30
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan