Senin, 21 September 2026
22:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Baibars

Baibars

Baibars al-Bunduqdari
Pendiri Dinasti Mamluk Bahri
250px-%D8%AA%D9%85%D8%AB%D8%A7%D9%84_%D9%84%D9%84%D8%B3%D9%84%D8%B7%D8%A7%D9%86_%D8%A7%D9%84%D8%B8%D8%A7%D9%87%D8%B1_%D8%A8%D9%8A%D8%A8%D8%B1%D8%B3_%28cropped%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Baibars di Kairo
Sultan Mamluk
Berkuasa1260 – 1277
Penobatan1260, Al-Salihiyya, Palestina
PendahuluSaifuddin Qutuz
PenerusAl-Said Barakah
Lahir19 Juli 1223
Krimea
Meninggal1 Juli 1277 (umur 54)
Damaskus, Suriah
Nama lengkap
Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari Abu al-Futuh
WangsaKipchak Turki
AgamaIslam Sunni
250px-Baybars_dinar_1260_1277.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin dinar berlambang singa, dari masa pemerintahan Baibars

Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari (bahasa Arab: الملك الظاهر ركن الدين بيبرس البندقداري, disingkat Baibars atau Baybars) (lahir tahun 1223 - meninggal dunia 1 Juli 1277) adalah salah satu sultan dari Dinasti Mamluk yang kekuasaannya meliputi Mesir dan Suriah.

Karier militer

Baibars adalah panglima perang dari dinasti Mamluk ketika pasukannya berhasil mengalahkan Pasukan Salib ke-7 pimpinan Raja Louis IX dari Prancis pada 1250 M, dan juga berhasil mengalahkan pasukan Mongol pimpinan Kitbuqa dalam pertempuran Ain Jalut pada 1260 M.[1] Ia selanjutnya melakukan serangkaian serangan terhadap kerajaan Kristen dimulai dari kerajaan Antiokhia di Suriah yang secara terang-terangan bergabung dengan pasukan Mongol dalam pertempuran Ain Jalut.

Pada tahun 1263, Baibars menyerang Akka namun belum berhasil merebutnya. Akan tetapi ia berhasil mengalahkan Pasukan Salib dalam beberapa pertempuran (Arsuf, Athlith, Haifa, Safad, Jaffa, Ashkalon, Caesarea), di mana pada setiap kesempatan ia berusaha untuk menawan para Ksatria Templar dan Ksatria Hospitaller.

Pada tahun 1266, Baibar mengalahkan pasukan Armenia di Sisilia yang merupakan satu-satunya sekutu terkuat dari kerajaan Antiokhia. Pada tahun 1268, Antiokhia berhasil dikepung dan dapat ditaklukkannya pada tanggal 18 Mei.

Setelah kejatuhan Antiokhia, Pasukan Salib ke-9 pimpinan Raja Edward I dari Inggris bergabung dengan pasukan Mongol untuk melawan pasukan muslim pada tahun 1271, akan tetapi mereka tidak pernah berhasil menduduki wilayah muslim. Kemudian Baibars bertempur melawan pasukan Turki Seljuk di Anatolia.

Kematian

Baibars meninggal pada tahun 1277 di Suriah.[butuh rujukan] Sultan Baibars dikuburkan di Kota Orang Mati, Kairo. Kuburannya ditandai dengan keberadaan kubah yang lokasinya berada di tepi Jalan Salah Salem.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. The New Encyclopædia Britannica, Macropædia, H.H. Berton Publisher, 1973-1974, p.773/vol.2
  2. Usmani, Ahmad Rofi' (Juni 2011). Hidayat, Yadi Saeful (ed.). Dari Istana Topkapi hingga Eksotisme Masjid Al-Azhar: Menjelajah Pesona Istanbul, Kairo, Alexandria, dan Kota-Kota Lain di Turki dan Mesir. Bandung: Mizania. hlm. 26–27. ISBN 978-602-8236-98-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Baibars.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan