Selasa, 27 Oktober 2026
23:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Batu pecah

Batu pecah

Bagikan:
250px-20mm-aggregate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu pecah berukuran 20 mm (0,79 inci) yang digunakan sebagai agregat konstruksi dan material penataan lanskap.

Batu pecah (crushed stone atau angular rock) adalah material agregat konstruksi yang umumnya dihasilkan melalui penambangan endapan batuan, kemudian dipecah menggunakan mesin pemecah batu (crusher) hingga mencapai ukuran yang diinginkan. Material ini berbeda dari kerikil, yang terbentuk melalui proses pelapukan dan erosi yang berlangsung secara alami sehingga butirannya umumnya memiliki bentuk lebih membulat.

Penggunaan

250px-Hanson_Aggregates_Bellefonte_PA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Galian batu kapur (gamping) pecah di dekat Bellefonte, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Batu pecah merupakan material utama dalam konstruksi jalan dengan metode makadam. Bentuknya yang bersudut memungkinkan butiran batu saling mengunci, sehingga menghasilkan susunan yang stabil dan memberikan kekuatan pada struktur jalan.[1]

Batu pecah digunakan sebagai material pelindung pantai dan tebing (riprap), balas rel kereta api, serta batu filter dalam sistem penyaringan dan drainase. Material ini juga digunakan sebagai agregat dalam campuran dengan bahan pengikat untuk menghasilkan beton, tarmac, dan beton aspal.[2]

Dalam penataan lanskap, batu pecah dimanfaatkan sebagai penutup permukaan tanah, material untuk jalur pejalan kaki dan jalan masuk kendaraan, serta bahan pengisi pada sistem perkerasan berpori (permeable pavers). Penggunaannya sebagai penutup tanah berbahan mineral dapat membantu mengendalikan erosi, menghemat air, menekan pertumbuhan gulma, dan meningkatkan nilai estetika. Batu pecah juga kerap digunakan dalam taman berbatu (rock gardens) dan kebun kaktus.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Max Lay (1998). Handbook of Road Technology (Transportation Studies). Washington, DC: Taylor & Francis. hlm. 28. ISBN 90-5699-159-0. Kekuatan dan kekakuan lapisan batu pecah bersudut yang dipadatkan berasal dari keterkuncian mekanis antarbutir batu. Prinsip ini masih diterapkan dalam konstruksi jalan modern. Sejak sekitar tahun 1820, nama insinyur Skotlandia John Loudon McAdam diabadikan dalam istilah makadam, yang merujuk pada metode konstruksi jalan menggunakan lapisan batu pecah bersudut tanpa bahan pengikat yang diperkenalkannya.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Cunningham, William D.; McKetta, John J. (1976). Encyclopedia of chemical processing and design. New York, N.Y: Marcel Dekker. hlm. 284. ISBN 0-8247-2605-7. Batu pecah dapat digunakan tanpa bahan pengikat untuk berbagai keperluan konstruksi dan industri, atau dicampur dengan bahan pengikat sebagai matriks, seperti aspal bitumen atau semen Portland.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Cornell University: Gardening Resources - mulches. Diakses tanggal 2026-10-25
  4. ↑ AboutGardens: Crushed stone driveways Diarsipkan 2011-07-22 di Wayback Machine. Diakses tanggal 2026-10-25
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan