Sabtu, 31 Oktober 2026
15:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Batavia's Graveyard

Batavia's Graveyard

Bagikan:
Batavia's Graveyard
250px-Batavia%27s_Graveyard.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Edisi pertama
PengarangMike Dash
NegaraBritania Raya
BahasaInggris
SubjekSejarah Australia, Sejarah Belanda
PenerbitWeidenfeld & Nicolson
Tanggal terbit
14 Februari 2002
Halaman320
ISBNISBN 0-575-07024-2
OCLC51271330

Batavia's Graveyard: The True Story of the Mad Heretic Who Led History's Bloodiest Mutiny (2002) adalah buku karya penulis asal Wales, Mike Dash, tentang kapal Batavia milik Belanda yang kandas tahun 1629 di sebuah pulau kecil di atol Houtman Abrolhos di lepas pantai barat Australia.

Buku ini menceritakan salah satu pemberontakan terbesar sepanjang sejarah yang dipimpin oleh salah satu perwira kapal, Jeronimus Cornelisz. Ia menyaksikan sendiri pembunuhan sekitar 110 orang. Buku ini menjelajahi latar zamannya dan tokoh-tokoh yang terlibat di Belanda seperti John dari Leiden yang memengaruhi pemberontakan ini, kemudian mesianisme revolusioner dan keras para pemimpinnya yang menganut paham Anabaptis. Batavia's Graveyard juga mengisahkan kembali pelayaran yang melelahkan dari Eropa ke Hindia Belanda, dilengkapi kesaksian rinci mengenai peristiwa yang terjadi di pulau tersebut setelah kapten dan sebagian awaknya menaiki kapal terbuka ke Jawa; mereka kembali beberapa bulan kemudian. Buku ini juga mengandung informasi mengenai nasib para penyintas dan penemuan bangkainya pada abad ke-20.

Lihat pula

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan