Kamis, 24 September 2026
08:11 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Basmati

Basmati

varietas beras bulir panjang

Beras basmati
250px-Khyma_and_Basmati_rice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Brown regular rice (left) compared to brown basmati rice
GenusOryza
Tanah asalIndia, Pakistan dan Nepal

Basmati adalah varietas beras aromatik panjang berbutir ramping yang secara tradisional ditanam di India, Pakistan, dan Nepal.[1][2] Pada 2018–2019, India menyumbang 65% dari perdagangan internasional beras basmati, sementara Pakistan menyumbang 35% sisanya.[3][4] Banyak negara menggunakan tanaman padi basmati yang ditanam di dalam negeri; tetapi, basmati secara geografis eksklusif untuk distrik tertentu di India, Nepal, dan Pakistan.

Menurut badan Pemerintah India APEDA, varietas padi memenuhi syarat untuk disebut basmati jika memiliki panjang beras giling rata-rata minimum 6,61 mm dan lebar beras giling rata-rata hingga 2 mm, di antara parameter lainnya.

Referensi

  1. Big money in "specialty rices"[pranala dihapus] Food and Agriculture Organization, United Nations (2002)
  2. KHANAL, RAJESH. "Nepal to claim geographical indication right on Basmati paddy". My Republica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-15.
  3. "India Export Statistics". apeda.gov.in. Diakses tanggal 11 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Pakistani rice: Second to all". dawn.com. April 8, 2019. Diakses tanggal 11 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Basmati rice.
Lihat entri basmati di kamus bebas Wikikamus.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan