Selasa, 22 September 2026
04:08 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Basi

Basi

Basi
250px-FvfNaguilanLaUnion0260_16.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Festival Aringay menggambarkan tempayan basi raksasa
JenisMinuman Beralkohol
Negara asalFilipina
Alkohol menurut volume10%-16%[1]
BahanTebu
250px-Basi_Revolt_Monument.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen Pemberontakan Basi

Basi merupakan minuman fermentasi beralkohol yang dibuat dari tebu di area Ilocos di Luzon utara,Filipina.[2]

Deskripsi

Basi sendiri merupakan minuman lokal yang telah dikonsumsi sejak sebelum Penaklukan Spanyol. Di negara Filipina, minuman basi dibuat dengan cara menghancurkan tebu dan mengekstrak sarinya. Kemudian sari di rebus di dalam tong yang setelah itu di simpan di dalam guci tanah (tempayan). Ketika sari sudah dingin, baru di tambahkan dengan perasa seperti beras ketan dan kulit duhat (java plum) atau ditambahkan dengan buah lain ataupun kulit buah lain. Setelah itu tutup tempayan dengan daun pisang dan diamkan untuk difermentasi selama beberapa tahun. Hasil warna dari minuman ini akan berwarna merah pucat. Jika difermentasikan lebih lama, itu akan berubah menjadi suka atau cuka.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. "Wine Wednesday: Three Wines to Try in the Pillippines". Jaya Travel & Tours. Diakses tanggal 6 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Sugar and the Origins of Modern Philippine Society". publishing.cdlib.org. Diakses tanggal 2025-01-17.
  3. Golangco, Lauren. "5 Native Filipino liquors you need to know about". Tatler Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan