Sabtu, 07 November 2026
06:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Basi

Basi

Bagikan:
Basi
250px-FvfNaguilanLaUnion0260_16.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Festival Aringay menggambarkan tempayan basi raksasa
JenisMinuman Beralkohol
Negara asalFilipina
Alkohol menurut volume10%-16%[1]
BahanTebu
250px-Basi_Revolt_Monument.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen Pemberontakan Basi

Basi merupakan minuman fermentasi beralkohol yang dibuat dari tebu di area Ilocos di Luzon utara,Filipina.[2]

Deskripsi

Basi sendiri merupakan minuman lokal yang telah dikonsumsi sejak sebelum Penaklukan Spanyol. Di negara Filipina, minuman basi dibuat dengan cara menghancurkan tebu dan mengekstrak sarinya. Kemudian sari di rebus di dalam tong yang setelah itu di simpan di dalam guci tanah (tempayan). Ketika sari sudah dingin, baru di tambahkan dengan perasa seperti beras ketan dan kulit duhat (java plum) atau ditambahkan dengan buah lain ataupun kulit buah lain. Setelah itu tutup tempayan dengan daun pisang dan diamkan untuk difermentasi selama beberapa tahun. Hasil warna dari minuman ini akan berwarna merah pucat. Jika difermentasikan lebih lama, itu akan berubah menjadi suka atau cuka.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Wine Wednesday: Three Wines to Try in the Pillippines". Jaya Travel & Tours. Diakses tanggal 6 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Sugar and the Origins of Modern Philippine Society". publishing.cdlib.org. Diakses tanggal 2025-01-17.
  3. ↑ Golangco, Lauren. "5 Native Filipino liquors you need to know about". Tatler Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan