Rabu, 21 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Basal (filogenetika)

Bagikan:

Dalam filogenetika, basal adalah arah dari dasar (atau akar) dari pohon filogenetika berakar atau kladogram. Klad C dapat dideskripsikan sebagai basal dalam klad D yang lebih besar jika akarnya terhubung secara langsung (dekat) dengan akar dari D. Jika C adalah satu-satunya klad dari tingkatan taksonomi yang diberikan yang basal dalam D, C dapat dideskripsikan sebagai takson basal dari tingkatan itu dalam D. Meskipun harus ada dua atau lebih klad yang sama-sama basal yang muncul dari akar setiap kladogram, klad-klad itu dapat berbeda jauh dalam tingkatan[n 1] atau keragaman spesies. Diversifikasi yang lebih besar dapat diasosiasikan dengan lebih banyak inovasi evolusioner, tetapi karakter nenek moyang tidak boleh diberikan kepada anggota dari klad basal yang kurang kaya spesies tanpa bukti tambahan, karena tidak ada kepastian bahwa asumsi seperti itu benar.[1][2][3]

Umumnya, klad A lebih basal dari klad B jika B adalah subkelompok dari kelompok saudari dari A. Dalam kelompok besar, "basal" dapat digunakan dengan lebih longgar untuk berarti 'lebih dekat ke akar daripada mayoritas', dan dalam konteks ini terminologi seperti "sangat basal" dapat muncul.

Contoh

Sebuah kelompok basal merupakan kelompok saudari terhadap sisa dari seluruh klad, seperti di gambar berikut:

 Kelompok basal

 Kelompok non-basal #1

 Kelompok non-basal #2

 Kelompok non-basal #3

Diasumsikan dalam contoh ini bahwa cabang paling ujung dari kladogram menggambarkan semua taksa yang masih ada dari tingkatan taksonomi tertentu dalam klad; jika tidak, diagram itu bisa sangat menipu.

Catatan

  1. ↑ Meaning the lowest taxonomic ranks of the respective clades; see Amborella example.

Referensi

  1. ↑ Baum, D. A. (4 November 2013). "Phylogenetics and the History of Life". The Princeton Guide to Evolution. Princeton University Press. hlm. 57. ISBN 978-1-4008-4806-5. OCLC 861200134.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Crisp, M. D.; Cook, L. G. (Maret 2005). "Do early branching lineages signify ancestral traits?". Trends in Ecology & Evolution. 20 (3): 122–128. doi:10.1016/j.tree.2004.11.010.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Jenner, Ronald A (2006). "Unburdening evo-devo: ancestral attractions, model organisms, and basal baloney". Development Genes and Evolution. 216 (7–8): 385–394. Bibcode:2006DGEvo.216..385J. doi:10.1007/s00427-006-0084-5. PMID 16733736. S2CID 23140594.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan