Rabu, 30 September 2026
05:49 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Baroncong

makanan khas daerah

Bagikan:

Baroncong atau Buroncong (diucapkan : baróncoŋ) atau juga Guroncong adalah nama kue tradisional khas masyarakat etnis Suku Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia.[1] Jenis kue ini memiliki rasa yang gurih, bentuknya seperti busur atau setengah lingkaran,[2]

Kue ini umumnya mudah ditemukan di pagi hari, khususnya di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar Harganya berkisar antara Rp.1.500 - Rp. 3.000. Para penjual menjajakan kue ini dalam gerobak yang dilengkapi dengan cetakan khusus beserta kompornya.[2] Para penjual kue Baroncong di Makassar dan Gowa kebanyakan adalah laki-laki yang disebabkan perlu tenaga lebih untuk mendorong gerobak jualan.

Pembuatan

Bahan-bahan dari kue ini adalah tepung terigu, gula pasir, parutan kelapa muda, dan penambah aroma rasa. Kue ini dipanggang dalam cetakan dan api berasal dari kayu bakar. Tepung terigu bisa digantikan dengan tepung talas tanpa mengubah rasa dan aroma hanya saja membuat kue berubah menjadi ungu.[3]

Cara membuatnya adalah dengan menyatukan semua bahan di dalam wadah dan mengaduknya hingga rata dengan air. Pastikan adonannya agak encer. Setelah adonan siap, dimasukkan ke cetakan baroncong yang telah panas oleh bara api yang sebelumnya telah dioles minyak kelapa menggunakan kuas atau daun pisang yang dibentuk mirip kuas agar adonannya tidak lengket.

Setelah adonan terlihat mengembang dan pinggirnya berwarna cokelat pertanda telah matang. Kue baroncong diangkat menggunakan alat khusus menyerupai gancu.

Referensi

  1. ↑ Baroncong - Detik Travel
  2. 1 2 Murdijati-Gardjito; Santoso, Umar; Harmayani, Eni (2023-02-17). RAGAM KUDAPAN MALUKU, SULAWESI DAN KALIMANTAN. Penerbit Andi. ISBN 978-623-99086-8-3.
  3. ↑ Hadijah, Siti (2019). SUBTITUSI TEPUNG TALAS SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU PADA KUE TRADISIONAL BARONCONG. Bosowa: Politeknik Bosowa. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-25. Diakses tanggal 2022-05-08.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan