Minggu, 01 November 2026
01:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Barat

Barat

mata angin pokok

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Barat (disambiguasi).
250px-Mata_angin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mata angin

Barat adalah salah satu dari empat arah mata angin dalam kompas yang berlawanan arah dengan Timur. Matahari dan Bulan tenggelam di sebelah barat.

Etimologi

Kata barat berasal dari bahasa Austronesia kuno *SabaRat, yang berarti 'angin selatan'. Kata ini kemudian berkembang menjadi *habaRat dalam bahasa Melayu-Polinesia kuno, yang mana berarti 'angin barat daya'. Kata ini berkerabat dengan bahasa Tagalog, Bikol, dan Cebuano yang berarti 'angin selatan', serta bahasa Malagasy avaratra yang berartikan 'utara'.[1] Kata bahasa Inggris untuk barat, west, adalah kata Jermanik yang diteruskan ke beberapa bahasa Roman (ouest dalam bahasa Prancis, oest dalam bahasa Katala, ovest dalam bahasa Italia, oeste dalam bahasa Spanyol dan Portugis). Kata ini berasal dari akar bahasa Indo-Eropa *wes yang direduksi dari *wes-pero 'malam' yang terkait dengan hesperos dari bahasa Yunani Kuno dan vesper 'malam; barat' dari bahasa Latin.[2]

Navigasi

Untuk pergi ke barat menggunakan kompas untuk navigasi (di tempat di mana utara magnetik adalah arah yang sama dengan utara sebenarnya) kita perlu mengatur arah atau azimut 270°.

Barat adalah arah yang berlawanan dengan rotasi Bumi pada porosnya, dan karena itu adalah arah umum ke mana Matahari tampak terus bergerak dan akhirnya terbenam. Ini tidak terjadi di planet Venus, yang berputar berlawanan arah dari Bumi (rotasi retrograde). Bagi seorang pengamat di permukaan Venus, Matahari akan terbit di barat dan terbenam di timur[3] meskipun awan di Venus mencegah pengamatan Matahari dari permukaan planet.[4]

Di peta dengan utara di atas, barat berada di sebelah kiri.

Bergerak terus menerus ke barat adalah bergerak mengikuti garis lintang.

Cuaca

Karena arah rotasi Bumi, angin yang umum di banyak tempat di lintang tengah (yaitu antara 35 dan 65 derajat lintang) berasal dari barat, yang dikenal sebagai westerlies.[5][6]

Budaya

Informasi lebih lanjut: Budaya Barat

Ungkapan "Barat" sering diucapkan mengacu pada dunia Barat, yang meliputi Uni Eropa (juga negara-negara EFTA), Benua Amerika, Israel, Australia, Selandia Baru dan (sebagian) Afrika Selatan.

Konsep bagian barat bumi berakar pada Kekaisaran Romawi Barat dan Kekristenan Barat. Selama Perang Dingin "Barat" sering digunakan untuk merujuk ke kamp NATO yang bertentangan dengan Pakta Warsawa dan negara-negara non-blok. Ungkapan itu bertahan sampai sekarang, dengan makna yang makin ambigu.

Referensi

  1. ↑ Trussel, Stephen. "Austronesian Comparative Dictionary". Austronesian Comparative Dictionary. Diakses tanggal 2023-02-13.
  2. ↑ "west | Origin and meaning of west by Online Etymology Dictionary". www.etymonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-03.
  3. ↑ "Space Topics: Compare the Planets". The Planetary Society. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Februari 2006. Diakses tanggal 12 Januari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Serge Brunier (2002). Solar System Voyage. Diterjemahkan oleh Dunlop, Storm. Cambridge University Press. hlm. 40. ISBN 978-0-521-80724-1.
  5. ↑ Glossary of Meteorology (2009). "Westerlies". American Meteorological Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-22. Diakses tanggal 2009-04-15.
  6. ↑ Sue Ferguson (2001-09-07). "Climatology of the Interior Columbia River Basin" (PDF). Interior Columbia Basin Ecosystem Management Project. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-05-15. Diakses tanggal 2009-09-12.

Lihat pula

Pranala luar

Definisi kamus barat di Wikikamus

Utara
Barat Timur
Barat
  Pusat  
Timur
Selatan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan