| Banua Wuhu | |
|---|---|
Puncak Banua Wuhu | |
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | −5 m (−16 ft)[1] |
| Koordinat | 3°08′16″N 125°29′26″E / 3.13778°N 125.49056°E / 3.13778; 125.49056[1] |
| Geografi | |
| Geologi | |
| Jenis gunung | Submarine volcano, kubah lava[1] |
| Letusan terakhir | July to December 1919[1] |
Banua Wuhu adalah gunung api bawah laut yang terletak di sebelah barat pulau Mahengetang,[2] Kepulauan Sangihe, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 400 meter dari dasar laut dan puncaknya berada di kedalaman 5 meter di bawah permukaan air. Catatan sejarah menunjukkan bahwa beberapa pulau sementara terbentuk dan kemudian menghilang.
Pulau setinggi 90 meter terbentuk pada tahun 1835, tetapi kemudian menjadi hanya beberapa batu pada tahun 1848. Letusan pada September 1889 membentuk sebuah pulau baru yang mencapai ketinggian 50 meter pada tahun 1894. Letusan pada bulan April dan Agustus 1904 membentuk 5 buah kawah.
Pulau baru lainnya terbentuk pada bulan Juli 1918 hingga Desember 1919, dan menghilang sepenuhnya pada tahun 1935. Letusan kembali terjadi pada bulan April 1919, batu-batu besar dan abu melanda pulau Mahengetang. Rumah-rumah banyak yang terbakar sehigga banyak penghuni yang meninggalkan pulau Mahengetang.[3]
Geologi
Banua Wuhu merupakan gunung api bawah laut yang berada di perairan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gunung api ini termasuk ke dalam Busur Vulkanik Sangihe yang terbentuk akibat pergerakan lempeng tektonik di kawasan timur Indonesia. Puncak Banua Wuhu berada beberapa meter di bawah permukaan laut sehingga tidak membentuk pulau tetap.[4]
Meskipun berada di bawah laut, Banua Wuhu masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Di setikar puncaknya sering terlihat gelembung gas yang muncul ke permukaan sebagai akibat dari aktivitas hidrotermal. Fenomena tersebut menjadikan Banua Wuhu sebagai salah satu gunung api bawah laut yang banyak diteliti di Indonesia.[5]
Sejarah Aktivitas
Aktivitas vulkanik Banua Wuhu telah tercatat sejak abad ke-19. Beberapa letusannya pernah membentuk pulau kecil yang muncul di atas permukaan laut. Namun, pulau tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya kembali tenggelam akibat abrasi serta aktivitas vulkanik yang terus berlangsung.[4]
Hingga saat ini Banua Wuhu masih tergolong gunung api aktif. Walaupun tidak lagi membentuk daratan baru, aktivitasnya masih dapat diamati melalui keluarnya gelembung gas dari dasar laut dan meningkatnya suhu air di beberapa lokasi di sekitar gunung api.[6]
Link web
Referensi
- 1 2 3 4 "Banua Wuhu". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian. Diakses tanggal 2017-03-03.
- ↑ National Geospatial-Intelligence Agency (Hrsg.): Sailing directions (enroute): New Guinea. Diarsipkan 2013-10-04 di Wayback Machine Pub. 164, 12. Auflage, 2011, S. 9 (englisch, pdf, 3,9 MB).
- ↑ Banua Wuhu in The Significant Volcanic Eruption Database der NOAA (englisch, abgerufen am 20. Februar 2013).
- 1 2 "Global Volcanism Program | Banua Wuhu". Smithsonian Institution | Global Volcanism Program (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-06.
- ↑ Permana, Haryadi; M., Pirlo (2016-02-16). "GUNUNGAPI DAN KEGIATAN HIDROTERMAL BAWAHLAUT DI PERAIRAN SULAWESI UTARA: MINERALISASI DAN IMPLIKASI TEKTONIK". JURNAL GEOLOGI KELAUTAN (dalam bahasa American English). 6 (2). ISSN 2527-8851.
- ↑ Tomascik, Tomas (Tom) (2022-10-01). "Gas and hydrothermal venting on a submarine volcano Banua Wuhu, Sangihe Archipelago, Indonesia".
{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan|journal=
Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. |