Selasa, 27 Oktober 2026
07:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Bani Muharib

Bagikan:

Bani Muharib (bahasa Arab:بنو محارب), juga dikenal sebagai Banu Muharib atau Kabilah Muharib, adalah kabilah Arab nomaden pra-Islam dan awal masa Islam yang mendiami wilayah dataran tinggi Najd di Jazirah Arab. [1]

Asal-usul dan Silsilah

Secara silsilah, Bani Muharib merupakan kabilah keturunan Qays 'Aylan yang terikat dalam konfederasi suku besar Ghatafan (bahasa Arab:غطفان).[2]

Kabilah ini memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan kabilah-kabilah nomaden Najd lainnya, seperti Banu Tha'labah, Banu Abs, dan Banu Dhubyan. [3]

Geografi dan Wilayah Pemukiman

Bani Muharib mendiami kawasan strategis di dataran tinggi Najd, khususnya di sepanjang Wadi al-Rummah antara pegunungan Hijaz dan Jabal Shammar.[2]

Wilayah utama aktivitas penggembalaan dan pemukiman mereka meliputi kawasan Dhu Amarr, Nakhl (Nakhlah), dan Khadirah. [1][4]

Sejarah Militer dan Hubungan dengan Madinah

Pada abad ke-7 Masehi, Bani Muharib tercatat dalam beberapa ekspedisi militer penting dengan Pemerintah Madinah

  • Ghazwah Dhu Amarr (3 H / 624 M): Dipicu oleh pengumpulan pasukan gabungan Bani Muharib dan Banu Tha'labah di bawah pimpinan Du'thur ibn al-Harith al-Muharibi.[1] Nabi Muhammad memimpin 450 prajurit menuju Dhu Amarr, yang menyebabkan pasukan kabilah tersebut mundur ke area pegunungan.[4] Dalam peristiwa ini, seorang warga kabilah bernama Jabbar ditawan dan kemudian memeluk agama Islam.[1]
  • Ghazwah Dhat al-Riqa' (7 H / 628 M): Ekspedisi di kawasan Nakhlah untuk mengantisipasi konsolidasi kabilah-kabilah Bedouin Najd. [5]
  • Ekspedisi Khadirah (8 H / 629 M): Operasi pencegahan yang dipimpin oleh Abu Qatadah al-Ansari ke wilayah Khadirah terhadap kelompok-kelompok Ghatafan.[4]

Keislaman dan Integrasi

Pasca serangkaian ekspedisi pencegahan tersebut, stabilitas kawasan Najd berhasil ditegakkan.[5] .Anggota Bani Muharib secara bertahap memeluk agama Islam, melebur ke dalam struktur sosial masyarakat Muslim awal, dan berpartisipasi dalam kampanye-kampanye Islam berikutnya seperti Penaklukan Makkah dan Pertempuran Hunain. [5][6]

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Ibn Sa'd (1967). Kitab al-Tabaqat al-Kabir. Vol. 2. Pakistan Historical Society. hlm. 39–40.
  2. 1 2 Fück, J. W. (1965). The Encyclopaedia of Islam, Second Edition. Vol. 2. E. J. Brill. hlm. 1023–1024.
  3. ↑ Watt, W. Montgomery (1956). Muhammad at Medina. Oxford University Press. hlm. 17–340. ISBN 978-0195773071.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  4. 1 2 3 Al-Mubarakpuri, Saifur Rahman (2005). The Sealed Nectar: Biography of the Noble Prophet. Darussalam Publications. hlm. 192–287. ISBN 978-9960899558.
  5. 1 2 3 "Dhat-ur-Riqa' Invasion (7 A.H.) and other Invasions". Aale Qutub Historical Series. 2021.
  6. ↑ Strauch, Sameh (2006). Biography of the Prophet. Darussalam Publications. hlm. 472. ISBN 978-9960980324.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan