Senin, 19 Oktober 2026
09:43 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Anak Haram Rheinland

Anak Haram Rheinland

istilah penghinaan yang digunakan untuk anak-anak Afro-Jerman dari orang tua campuran Jerman dan Afrika

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_102-15664%2C_Farbiger_Junge.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak Rheinland muda yang diklasifikasikan sebagai anak haram dan tidak bugar secara turun temurun.
250px-Eugen_Fischer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eugen Fischer dengan foto-foto Baster Afrika Selatan, ca 1938

Anak Haram Rheinland (bahasa Jerman:Rheinlandbastard) adalah sebuah istilah penghinaan yang digunakan di Republik Weimar dan Jerman Nazi untuk mendeskripsikan anak-anak Afro-Jerman dari orang tua campuran Jerman dan Afrika, yang merupakan anak kandung orang-orang Afrika yang bertugas sebagai pasukan kolonial Prancis yang menduduki Rheinland setelah Perang Dunia I. Berdasarkan teori rasial Nazisme, anak-anak tersebut dianggap lebih rendah dari ras Arya dan harus disterilisasi paksa.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan