Minggu, 27 September 2026
03:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Afro-Jerman

Afro-Jerman
Afrodeutsche
Jumlah populasi
Tidak diketahui;
Diperkirakan 510.545[1][2]–1.000.000
Daerah dengan populasi signifikan
Berlin, Hamburg, Frankfurt, München, Köln
Bahasa
Bahasa Jerman, bahasa-bahasa Afrika
Agama
Islam, Katolik, Luteranisme, Ateisme

Afro-Jerman (bahasa Jerman:Afrodeutsche),[3] Jerman Kulit Hitam (bahasa Jerman:schwarze Deutsche), atau pada masa Kekaisaran Jerman disebut Negro Kekaisaran (bahasa Jerman:Reichsneger), adalah kelompok etnis di Jerman yang memiliki darah orang kulit hitam dari Afrika. Orang Afro-Jerman dapat ditemui di seluruh wilayah Jerman, tetapi biasanya terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Hamburg, Berlin, Frankfurt, München, dan Köln.

Kota Hamburg dan Berlin (yang pernah menjadi pusat pendudukan Sekutu seusai Perang Dunia II dan juga tempat tujuan imigrasi utama) memiliki komunitas Afro-Jerman yang besar. Komunitas di Frankfurt, München dan Köln juga berkembang pesat. Pada tahun 2005, terdapat 800.000 orang Afro-Jerman di negara tersebut. Jumlah ini sulit diperkirakan karena Jerman tidak menggunakan ras sebagai kategori akibat genosida yang terjadi selama Perang Dunia II yang disebabkan oleh ideologi ras Nazi.[4] Sekitar 70.000 di antaranya tinggal di Kota Berlin.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ "U zgradi Reichstaga sjedit će Muhamed i Džemila". Glas Slavonije.
  2. ↑ SPIEGEL ONLINE, Hamburg, Germany. "Germany". spiegel.de.
  3. ↑ Wolf, Joerg (2007-02-23). "Black History Month in Germany". Atlantic Review. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-18. Diakses tanggal 2009-10-20.
  4. ↑ Mazon, Patricia (2005). Not So Plain as Black and White: Afro-German Culture and History, 1890–2000. Rochester: University of Rochester Press. hlm. 2–3. ISBN 1-58046-183-2.
  5. ↑ "Initiative Schwarze Menschen in Deutschland". Isdonline.de. Diakses tanggal 2016-09-17.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan