Sabtu, 24 Oktober 2026
20:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Orang Trakia

Orang Trakia

kelompok etnik Indo-Eropa yang pernah mendiami di Eropa Timur dan Tenggara

Bagikan:
250px-Trak_peltasta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang peltastes Trakia.

Suku Trakia (/ˈθreɪʃənz/; bahasa Yunani Kuno:Θρᾷκες Thrāikes, bahasa Latin:Thraci) adalah suku bangsa Indo-Eropa yang pernah menetap di wilayah Eropa Timur dan Tenggara.[1] Mereka menuturkan bahasa Trakia - salah satu bahasa Indo-Eropa yang tidak banyak diketahui. Penelitian suku dan budaya Trakia disebut trakologi.

Asal-usul suku bangsa Trakia masih misterius akibat ketiadaan catatan sejarah tertulis. Bukti keberadaan kebudayaan proto-Trakia pada masa prasejarah didapat dari artefak-artefak yang telah ditemukan oleh arkeolog. Leo Klejn berpendapat bahwa budaya proto-Trakia merupakan kebudayaan Babyno yang terusir dari Ukraina akibat perluasan wilayah kebudayaan Srubna. Terdapat pula hipotesis bahwa suku bangsa proto-Trakia merupakan campuran penduduk asli dan orang-orang Proto-Indo-Eropa pada zaman perunggu awal. Pada zaman besi (sekitar tahun 1000 SM), suku bangsa Dacia dan Trakia mulai muncul dari suku bangsa proto-Trakia.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Christopher Webber, Angus McBride (2001). The Thracians, 700 BC–AD 46. Osprey Publishing. ISBN 1-84176-329-2.
  2. ↑ John Boardman, I.E.S. Edwards, E. Sollberger, and N.G.L. Hammond. The Cambridge Ancient History, Volume 3, Part 1: The Prehistory of the Balkans, the Middle East and the Aegean World, Tenth to Eighth Centuries BC. Cambridge University Press, 1982, hlm. 53. "Yet we cannot identify the Thracians at that remote period, because we do not know for certain whether the Thracian and Illyrian tribes had separated by then. It is safer to speak of Proto-Thracians from whom there developed in the Iron Age..."


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan