Senin, 26 Oktober 2026
20:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bangkok Airways

Bangkok Airways

perusahaan penerbangan Thailand

Bagikan:
Bangkok Airways
250px-Bangkok_Airways_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IATA ICAO Kode panggil
PG BKP BANGKOK AIR
Didirikan1968 (dengan nama Sahakol Air)
PenghubungSuvarnabhumi Airport
Kota fokusKoh Samui Airport
Program penumpang setiaFlyer Bonus
Lounge bandaraDepartures Lounge
Armada16
Tujuan24
Kantor pusatBangkok, Thailand
Tokoh utamaDr.Prasert Prasatthong-osoth(President)
Situs webhttp://www.bangkokair.com

Bangkok Airways adalah maskapai regional yang berpusat di Bangkok, Thailand. Maskapai ini mengoperasikan penerbangan berjadwal ke 20 tujuan di Thailand, Kamboja, Tiongkok, Jepang, Laos, Myanmar, Singapura dan Vietnam. Pangkalan utamanya adalah di Suvarnabhumi Airport, Bangkok.

Sejarah

250px-Bangkok_Airways_A320-232_%28HS-PGV%29_parked_at_Hiroshima_Airport.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangkok Airways A320

Bangkok Airways didirikan pada tahun 1968 dengan nama Sahakol Air. Maskapai ini mengoperasikan taksi udara di bawah kontrak dari OICC (sebuah perusahan konstruksi Amerika), USOM dan sejumlah organisasi yang bergerak dalam bidang eksplorasi migas di teluk Thailand.

Sahakol Air memulai penerbangan berjadwal pertama pada tahun 1985 dan menjadi maskapai penerbangan Thailand pertama yang dimiliki oleh pihak swasta. Kemudian pada tahun 1989, Sahakol Air berubah nama menjadi Bangkok Airways. Maskapai ini dimiliki oleh Dr Prasert Prasarttong-Osoth (92.31%), Sahakol Estate (4.3%), Bangkok Dusit Medical Services (1.2%). Saat ini Bangkok Air memiliki 1,903 karyawan dan juga memiliki Siem Reap Airways.

Bangkok Airways juga membangun sendiri bandara di Ko Samui yang dibuka pada bulan April 1989 dan dioperasikannya penerbangan langsung yang menghubungkan pulau tersebut dengan Phuket, Hong Kong and Singapura. Bandara kedua yang dibuka oleh maskapai ini adalah di Provinsi Sukhothai pada tahun 1996. Dan bandara yang ketiga adalah di Provinsi Trat pada bulan Maret 2003 untuk melayani semakin meningkatnya pariwisata di Ko Chang.

Bangkok Airways merencanakan untuk memesan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330, Airbus A340 dan Boeing 767 untuk melayani rute jarak jauh seperti ke London, India dan Jepang. Pada bulan Desember 2005, Bangkok Airways mengumumkan bahwa maskapai tersebut telah memutuskan untuk menegosiasi pemesanan 6 Airbus A350-800 dengan konfigurasi 258 tempat duduk dan direncanakan penyerahannya pada tahun 2013.

Insiden dan Kecelakaan

  • Pada tanggal 21 November 1990, sebuah pesawat de Havilland Canada DHC-8-103 jatuh di ketika berusaha untuk mendarat dalam cuaca yang buruk. Semua penumpangnya yang berjumlah 38 meninggal dunia.[1]
  • Pada bulan Oktober 2001, sebuah pesawat ATR-72 dengan nomor registrasi HS-PGC, tergelincir dalam cuaca buruk di Siem Reap International Airport di Kamboja. Tidak ada korban dalam peristiwa ini tetapi menyebabkan ditutupnya bandara selama 2 hari.

Tujuan

Berikut adalah bandara-bandara yang dilayani oleh Bangkok Airways:

Thailand

Asia Timur

Asia Tenggara

Asia Selatan

Armada

Armada Bangkok Airways terdiri dari (April 2007):

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "Koh Samui crash". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-08. Diakses tanggal 2007-05-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan