Sabtu, 31 Oktober 2026
21:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bandwagoning

Bagikan:

Bandwagoning dalam hubungan internasional terjadi ketika sebuah negara bersekutu dengan negara musuh yang lebih kuat dan mengakui bahwa teman-tapi-musuh tersebut mengambil untung dari pampasan yang mereka rebut bersama-sama.[1] Bandwagoning adalah strategi yang diambil oleh negara-negara lemah. Menurut konsep ini, negara yang lemah harus berteman dengan musuh yang lebih kuat karena negara musuh dapat menguasai apapun yang diinginkannya secara paksa (force).[2] Perkataan Thucydides bahwa "orang kuat melakukan yang bisa dilakukan dan orang lemah merasakan derita yang harus dirasakan" menangkap makna dari bandwagoning.[2][3]

Kata bandwagoning diciptakan oleh Quincy Wright dalam A Study of War (1942) dan dipopulerkan oleh Kenneth Waltz dalam Theory of International Politics (1979). Bandwagoning terjadi ketika negara lemah memutuskan bahwa biaya melawan negara yang lebih kuat justru lebih mahal daripada keuntungan yang didapatkan. Negara kuat biasanya menawarkan insentif, misalnya penambahan wilayah, perjanjian dagang, atau perlindungan, agar negara lemah mau bekerja sama dengan mereka.

Realisme menyatakan bahwa negara akan melakukan bandwagon apabila membangun koalisi seimbang tidak memungkinkan lagi atau letak geografisnya membuat penyeimbangan sulit dilakukan (dikelilingi negara musuh). Bandwagoning dianggap berbahaya karena memungkinkan negara musuh semakin berkuasa.

Bandwagoning berbeda dengan penyeimbangan (balancing); prinsip penyeimbangan menuntut sebuah negara untuk mencegah negara musuh mengacak-acak keseimbangan kekuasaan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Mearsheimer, John (2001). The Tragedy of Great Power Politics. New York: W.W. Norton and Company. hlm. 162–163. ISBN 9780393076240.
  2. 1 2 Mearsheimer, John (2001). The Tragedy of Great Power Politics. New York: W.W. Norton and Company. hlm. 163. ISBN 9780393076240.
  3. ↑ Strassler, Robert (1998). The Landmark Thucydides: A Comprehensive Guide to the Peloponnesian War. New York: Simon and Schuster. hlm. 352. ISBN 9781439106594.
  4. ↑ Waltz, Kenneth (2010). Theory of International Politics. McGraw-Hill. hlm. 126. ISBN 1577666704.

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan