Rabu, 07 Oktober 2026
21:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Bandotan candi

Bandotan candi

Bagikan:
Bandotan candi
250px-Tropidolaemus_wagleri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
T. wagleri
Nama binomial
Tropidolaemus wagleri
(F. Boie, 1827)
Sinonim
  • [Cophias] Wagleri F. Boie, 1827 (nomen conservandum)
  • Tropidolaemus wagleri
    – Wagler, 1830
  • Trigonocephalus Wagleri var. Celebensis Gray, 1849
  • Trigonocephalus Wagleri var. Sumatrensis Gray, 1849
  • Tropidolaemus hombronii
    Guichenot In Jacquinot & Guichenot, 1853
  • Tropidolaemus hombroni – A.M.C. Duméril, Bibron & A.H.A. Duméril, 1854
  • Tropidolaemus Schlegelii
    Bleeker, 1857
  • Trimeresurus wagleri
    – Günther, 1864
  • Bothrops Wagleri – F. Müller, 1880
  • Lachesis wagleri – Boulenger, 1896
  • Trimeresurus wagleri
    – Taylor, 1922
  • [Bothrops] philippensis
    – Maslin, 1942
  • Tropidolaemus wagleri
    – Hoge & Romano-Hoge, 1981
  • Tropidolaemus philippinensis
    – David & Vogel, 1996
  • Trimeresurus philippinensis
    – David & Vogel, 1996
  • Tropidolaemus wagleri
    – David & Vogel, 1996[2]
Artikel takson sembarang

Bandotan candi (Tropidolaemus wagleri) adalah sejenis ular pohon berbisa dari subfamili Crotalinae (bandotan berdekik). Ular ini juga dikenal dengan nama-nama lokal seperti ular punai (Jambi), Ular cintamanis (Batak), Ular cantik manis (Sumbar), Ular kapak tokong, Dupong (Malay), dan sebagainya. Dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Temple viper.[3] Ular ini terdapat di wilayah tropis Asia tenggara.[4]

Pengenalan

250px-LachesisWagleriFullRooij.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi menurut Rooij

Bibir atasnya terdiri dari 8-10 sisik, yang pertama tidak bersatu dengan sisik nasal, yang kedua letaknya rendah sehingga terpisah dari lubang loreal oleh 2 sisik kecil, dan yang ketiga biasa ukurannya lebih besar. Sisik supraocular ukurannya kecil atau menonjol ke atas. Sisik subocular besar terpisah dari sisik bibir atas oleh 2-3 baris sisik. Sisik dorsal pada bagian tengah badannya terdiri dari 21-27 (jarang yang 19) baris, seluruhnya berlunas. Sisik-sisik ventral berjumlah 127-154. Sisik anal tunggal atau ganda. Sisik-sisik subcaudal berjumlah 45-56 dan terdiri dari 2 baris sisik.[5]

250px-Tropidolaemus_wagleri_animalium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Animalium, Bogor.

Warna tubuh pada ular yang dewasa:

Kepala bagian atas berwarna hitam dengan corak tak beraturan berwarna hijau. Bibir, dagu dan lehernya berwarna kuning dan putih kehijau-hijauan, sisik-sisiknya dengan garis sutur berwarna hitam. Pada punggungnya yang hitam ada beberapa bintik-bintik hijau dengan pinggir hitam yang menyebar. Selain itu ada semacam pola belang-belang hijau di bagian punggungnya dan kuning di badannya. Bagian ventral biasanya berwarna putih kehijau-hijauan dengan corak kuning tak beraturan yang pinggirnya hitam dan kadang kala bertotol-totol hitam. Pada bagian ekornya berwarna hitam dan dengan bercak-bercak hijau.[5] Warna tubuh pada ular yang masih muda: Kepalanya hijau dengan coreng sempit di sisi yang berwarna putih (di atas) dan merah (di bawah). Punggung dan badannya hijau dengan totol-totol yang teratur berwarna sebagian merah dan sebagian putih, yang kadang kala membentuk rangkaian belang-belang. Bagian ekor seluruhnya kemerah-merahan.[5]

Kebiasaan dan makanan

250px-Dupong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Filipina

Ular ini umum ditemukan pada dataran rendah dan pegunungan hingga mencapai ketinggian 1000 m dpl. Akan tetapi kebanyakan berada di dataran rendah yang basah dekat perairan, seperti persawahan, tepi sungai, rawa-rawa dan hutan bakau. Aktivitas hariannya dilakukan secara arboreal baik pada malam hari juga di senja atau dini hari. Sementara pada ular yang muda lebih sering ditemukan di permukaan tanah. Perkembang-biakannya dengan cara beranak, betina akan mengeluarkan sekitar 15 ekor. Makanannya berupa binatang mamal kecil, burung, kadal dan katak. Seolah-olah ular ini sangat jinak, akan tetapi ternyata jenis ini termasuk yang mempunyai racun bisa dan dapat menyebabkan luka serius serta sakit sekali bagi manusia.[5]

Penyebaran dan habitat

Tersebar di Burma (Myanmar) selatan, Thailand, Kamboja, Malaysia, Sumatra, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Buton, dan sebagian Filipina. Lokasi spesimen tipe adalah "Sumatra".[6]

Kerabat dekat

Jenis lain dari ular ini adalah Tropidolaemus huttoni yang terdapat di India dan Sri Lanka.[7]

Referensi

  1. ↑ http://www.iucnredlist.org/details/192174/0
  2. ↑ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  3. ↑ "Tropidolaemus wagleri". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 25 Mei 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Gumprecht A, Tillack F, Orlov NL, Captain A, Ryabov S. 2004. Asian Pitvipers. 1st Edition. Berlin: GeitjeBooks. 368 pp. ISBN 3-937975-00-4.
  5. 1 2 3 4 LIPI: Bandotan Candi, Jenis ular yang diperdagangkan[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ Heirich Sihombing et. al. 2015
  7. ↑ "Tropidolaemus huttoni". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 27 September 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan