Senin, 19 Oktober 2026
16:35 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Bali Orti

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Bali Orti (artinya Kabar Bali) adalah sisipan berbahasa Bali dalam Bali Post edisi Minggu yang mulai terbit sejak 20 Agustus 2006.

Gagasan pembuatan sisipan ini lahir dalam sarasehan bahasa dan sastera Bali di Taman Budaya Denpasar di awal 2006. Dengan adanya Bali Orti, para sastrawan Bali mempunyai tempat untuk menerbitkan karyanya.

Sebenarnya Bali Post pernah membuka rubrik sastra Bali, Sabha Sastra Bali, tetapi hanya satu halaman setiap pekan dan berlangsung hanya dua tahun (1969-1971). Setelah Sabha Sastra Bali berhenti, para sastrawan Bali menampilkan karyanya dalam majalah Kulkul, Buratwangi dan Canang Sari. Kulkul terbit hanya sebentar dan dua media lain sirkulasinya terbatas. Hal ini berbeda dengan Bali Orti, yang karena menumpang dalam Bali Post, sehingga dapat tersebar ke seluruh Bali.

Bali Orti dikelola oleh A. Mas Ruscitadewi dan Wayan Juniarta, yang pernah mengelola Kulkul, ditambah dengan I Nyoman Manda, Made Made Adnyana, I Made Sujaya, Wayan Suardiana, Gede Tapayasa dan Ni Made Ari Dwijayanthi.

Bali Orti besar jasanya dalam mengembangkan sastra modern Bali. Banyak pengarang lama yang aktif menulis di dalamnya, seperti Gde Dharma, I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, dan Tusthi Eddy. Para pengarang muda juga bermunculan, seperti Widiasa Keniten dan I Made Sugianto. Sajak dan cerita pendek yang dimuat di sana banyak yang kemudian dibukukan.

Sebagai penghargaan kepada usaha membina dan mengembangkan bahasa dan sastera Bali, sisipan itu kemudian mendapat Hadiah Sastra Rancage pada 2011, berupa piagam dan uang Rp 5 juta.

Sumber rujukan

Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan